Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Masyarakat Kampung Foau Mambra, swadaya kontrak guru

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Satu diantara tokoh masyarakat Mamberamo Raya (Mambra), Pdt. Yulianus Wau Abaruda mengatakan, masyarakat dan pihak gereja di Kampung Foau, Distrik Mamberamo Hulu mengontrak dua guru secara swadaya untuk mengajar siswa kelas I-VI Sekolah Dasar (SD) di daerah itu.

Ia mengatakan, kedua guru itu didatangkan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Pekan Baru, Kepulauan Riau untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kurang lebih 200 siswa SD setempat, bersama seorang guru berstatus Aparatur Sipil Negera (ASN) yang bertugas di Kampung Foau.

Masyarakat Kampung Foau Mambra, swadaya kontrak guru 1 i Papua

Menurutnya, guru dari UGM dan Kepulauan Riau itu dikontrak selama tiga tahun (2017-2020), nilai kontrak keduanya Rp 100 juta pertahun.

"Masyarakat yang membayar secara swadaya, tanpa bantuan pemerintah. Namun, setelah itu kami tidak mampu lagi membayar guru kontrak ini," kata Yulianus Wau Abaruda di Jayapura, akhir pekan kemarin. 

Katanya, sebelum warga secara swadaya mendatangkan guru kontrak, ada guru lain yang mengaja siswa di daerah tersebut. Namun yang bersangkutan hanya datang ke tempat tugas saat menjelang ujian. Setelah masyarakat Kampung Foau mengontrak guru, mereka tak mau lagi guru tersebut mengajar di wilayah itu, dan akhirnya dipindahkan ke daerah lain. 

Beberapa daerah lain di Mamberamo Raya lanjutnya, mengalami masalah pendidikan. Gedung sekolah yang tidak layak dan tidak ada guru, namun belum ada guru yang dari pemerintah kabupaten.

Loading...
;

"Selain itu tidak ada perumahan guru, kalau ada guru mau tinggal dimana," ujarnya. 

Sekretaris Komisi V DPR Papua bidang pendidikan, Natan Pahabol mengatakan, hingga kini pendidikan di pedalaman Papua, terutama jejang SD tak mengalami perkembangan berarti.

"Memang butuh kerja keras dan keseriusan pemerintah kabupaten (kota). Pemprov Papua tidak mungkin dapat menjangkau semua wilayah di Papua," kata Natan Pahabol.

Menurutnya, pendidikan di pedalaman Papua tidak hanya terkendala sarana, juga tenaga pengajar yang tak ada. Kalaupun ada guru yang di tempatkan di wilayah itu, mereka jarang berada di tempat tugas. (*) 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top