TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Masyarakat Kampung Yoboi ingin bisa mengolah potensi sagunya

Sagu di Papua
Foto ilustrasi, warga mengolah sagu untuk kebutuhan bahan pangan di Kampung Yoboi, Sentani Kabupaten Jayapura. - Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Masyarakat Kampung Yoboi di Kabupaten Jayapura, Papua, ingin bisa mengolah potensi sagunya yang melimpah. Mereka juga ingin potensi sagu di Kampung Yoboi dikelola sebagai destinasi wisata.

Kepala Kampung Yoboi, Sefanya Walli menyatakan kampungnya memiliki hutan sagu yang luas dan melimpah. “Hutan sagu di Kampung Yoboi itu ada 36.874 hektar. Itu merupakan hutan sagu terbesar di Kabupaten Jayapura,” kata Walli pada Rabu (23/6/2021).

Akan tetapi, hingga kini warga Kampung Yoboi kesulitan mengolah sagu menjadi tepung sagu yang bisa dipasarkan secara luas. “Kami ingin hasil hutan sagu diolah menjadi tepung.  Itu [bisa dipasarkan] keluar dengan merek Kampung Yoboi. Kami sudah sampaikan kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,” kata Walli.

Baca juga: Hutan sagu di pesisir Danau Sentani semakin berkurang

Walli meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan perhatian kepada potensi sagu di Kampung Yoboi. “Sagu itu melimpah, namun kami kewalahan. Pemerintah Kabupaten Jayapura hanya bicara saja, tapi tidak turun dan lihat apa potensi unggulan yang harus dikembangkan masyakarat,” ujarnya.

Walli menyatakan hutan sagu di Yoboi itu juga dapat dikelola sebagai daerah tujuan wisata. “Pemerintah harus lihat itu dengan serius, [agar] dapat memajukan ekonomi masyakarat.  Apalagi Dana Otonomi Khusus Papua sudah [akan] berakhir, apa dampak Otonomi Khusus kepada masyakarat?” Walli bertanya.

Salah seorang penjual sagu di Pasar Phaara, Sentani, Mama Hellen Irab juga berharap pemerintah membuat pelatihan pengolahan sagu menjadi beragam jenis olahan. “Orang lain bisa olah sagu [menjadi] berbagai jenis makanan. Kami di Papua kaya akan sagu, tapi kami tidak tahu harus memulai dari mana. Jadi, ya hanya bisa diolah masak dan makan saja,” kata Irab.

Irab menyatakan hingga kini makanan olahan sagu juga belum banyak tersedia di toko ataupun pusat perbelanjaan yang ada di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura. “Di setiap toko, hotel, dan supermarket harus ada produk asli Papua. Untuk itu, pemerintah harus lakukan satu langka [untuk] kemajuan yang baik,'” tuturnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us