Follow our news chanel

Masyarakat Kampung Yoka sepakat atasi masalah pendidikan

Dari kanan, kepala Desa Yoka Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Fachrudin Pasolo, dan Ondoafi Yoka - Jubi/David Sobolim
Masyarakat Kampung Yoka sepakat atasi masalah pendidikan 1 i Papua
Dari kanan, kepala Desa Yoka Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Fachrudin Pasolo, dan Ondoafi Yoka – Jubi/David Sobolim

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Meski termasuk kampung tertua di Kota Jayapura, pendidikan di Kampung Yoka sekarang ternyata tertinggal. Bahkan banyak tamatan SD tidak bisa tulis-baca karena guru jarang hadir di sekolah. Masyarakat pun sepakat memajukan pendidikan.

Bagaimana peran alumni, ondoafi, dan masyarkat Hebeiybhulu Yoka untuk pendidikan bagi anak-anak mereka.

Kampung Yoka termasuk salah satu kampung tertua di Kota Jayapura. Kampung ini berawal dari 132 orang dari Kampung Ayapo yang berlayar menyeberangi Danau Sentani menuju ke lokasi kampung sekarang pada 2 Januari 1956.

Mereka membangun keondoafian sendiri dengan nama “Hebeibulu Naungaei Wlanei”.

Kampung Yoka dulunya dikenal sebagai pusat pendidikan orang Papua. Bahkan juga dikenal sebagai pusat penyemaian bagi para pejabat pemerintah di seluruh Tanah Papua dan daerah lain di Indonesia.

Itu teradi karena kehadiran Jongens Ver Volks School (JVVS), OSIBA (Sekolah Bistir bagi kaum pribumi di Papua), dan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). APDN inilah yang sudah banyak melahirkan pamong dan pejabat.

Loading...
;

Namun kisah sukses pendidikan tinggi tersebut kini bertolak belakang dengan kondisi pendidikan dasar sekarang.

Beberapa tahun belakangan kondisi pendidikan di Kampung Yoka tidak memadai. Akibatnya anak-anak Yoka yang ingin mendapatkan pendidikan yang layak terpaksa pergi ke kampung lain hanya untuk pendidikan SD dan SMP.

Problem utamanya adalah pengajar dan fasilitas yang kurang. Itulah yang menyebabkan anak-anak yang lulus SD pun banyak yang tidak bisa membaca.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat Kampung Yoka bersama Ondoafi, alumni SD Inpres Yoka Pantai, dan pemerintahan desa pun melakukan terobosam untuk memajukan pendidikan.

Mereka bertekad meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi anak-anak, sehingga anak usia sekolah bisa mengenyam pendidikan di kampung halaman sendiri.

Mereka berkumpul dan menandatangani kesepakatan bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura yang sengaja diundang untuk datang rumah Ondoafi di Kampung Hebeybhulu Yoka, pada Jumat, 30 Juni 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Fachrudin Pasolo, mengatakan baru kali ini ada inisiatif dari masyarakat kampung yang melakukan kesepakatan tertulis untuk memberikan dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan SD dan SMP. Itu terjadi di Kampung Yoka.

“Mereka punya keinginan karena orang tua mereka mewariskan lahan-lahan untuk pendidikan di kampung ini agar ke depan anak-anak Yoka menjadi cerdas,” ujar Pasolo.

Pasolo mengatakan sebenarnya pendidikan memang bukan tugas semata pemerintah, tetapi juga perlu ada kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.

“Dan itu ternyata dimulai dari Kampung Yoka dan sejarah baru dimulai dari Kampung Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura,” ujarnya

Pasolo menjelaskan dalam laporan hasil penelitian terhadap SMP Yoka yang ia terima, banyak siswa yang belum lancar membaca.

“Dengan adanya dukungan dari para alumni SD Inpres Yoka untuk mendirikan tempat literasi khusus untuk membaca, itu sangat membantu memperlancar para siswa dan anak-anak kampung di Yoka,” ujarnya.

Ketua Alumni SD Inpres Yoka Pantai, Baltasar Kreuta, mengatakan beberapa bulan lalu para alumni bersama komite sekolah, masyarakat, dan pemerintahan desa berkumpul dan melakukan kesepakatan untuk membuat kegiatan peningkatan pendidikan di Kampung Yoka.

“Salah satu yang dibuat adalah kegiatan literasi membaca bagi anak-anak SD yang belum bisa membaca, bangunannya didirikan bersama dan nanti yang mengajar adalah alumni SD Inpres Yoka Pantai,” katanya

Di antara poin kesepakatan yang dibacakan Ketua Alumni SD Inpres Yoka Pantai, Baltasar Kreuta, adalah mendukung dan menjamin kenyamanan proses belajar mengajar SD Inpres Yoka Pantai dan SMP Negeri VII.

Kemudian bersama-sama menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar lembaga pendidikan di Kampung Yoka.

Pertemuan juga meminta Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura mengangkat dan menempatkan kepala sekolah baru di SD Inpres Yoka Pantai. Selain itu juga meminta dinas menempatkan guru-guru yang berpengalaman dan berdedikasi tinggi di sekolah dasar tersebut.

“Barang siapa para orangtua dan juga pemilik hak ulayat mengganggu proses belajar mengajar akan diproses melalui jalur hukum,” ujar Kreuta.

Ia mengatakan berdasarkan penelitian yang dilakukan alumni, beberapa fakta yang ditemukan di antaranya sebagian besar lulusan SD Inpres Yoka tidak bisa membaca dan menulis.

“Anak-anak Yoka lebih memilih sekolah di luar kampung, karena sebagian besar guru PNS dan guru honorer tidak aktif, berdasarkan temuan itu kami harus bergerak menyelamatkan sekolah ini bersama masyarakat, pemuka adat, dan pemerintah,” ujarnya. (*)

Dari kanan, kepala Desa Yoka Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Fachrudin Pasolo, dan Ondoafi Yoka – Jubi/David Sobolim

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top