Masyarakat Moi akan palang jalan Sentani-Depapre

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Buruknya infrastruktur jalan Sentani-Depapre, mendorong warga sekitar berencana melakukan pemalangan di ruas jalan tersebut. Ini adalah bentuk kekecewaan mereka atas lambannya pembangunan jalan tersebut yang tak kunjung selesai. Ruas jalan Sentani-Depapre sangat penting karena sebagai jalan produksi bagi warga masyarakat setempat.

Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Moi, Zakarias Boya Done, mengatakan kehadiran negara melalui pemerintah daerah sudah sangat lama ada tetapi infrastruktur jalan antara Sentani, Dosai, menuju Depapre hingga saat ini sangat buruk dan memprihatinkan.

Dirinya juga sependapat agar jalan tersebut dipalang oleh seluruh masyarakat sebagai bentuk protes lemahnya pelayanan pemerintah terhadap masyarakatnya.

“Untuk wilayah Moi, mulai dari Dosai hingga Maribu, sudah sepakat untuk melakukan pemalangan jalan ini. Karena sudah lama kita sampaikan keluhan masyarakat baik secara lisan, tulisan, bahkan mengajak pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi ruas jalan ini,” jelas Ketua DAS Moi, dalam jumpa pers bersama sejumlah tokoh adat, pemuda, perempuan, gereja, dan masyarakat pesisir di Aula Bappeda Kabupaten Jayapura, Sabtu (13/10/2018).

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jayapura, Nelson Sorontouw, minta Pemerintah Provinsi Papua melalui instansi teknis, dalam waktu dekat ini segera memperbaiki ruas jalan Sentani-Depapre.

“Pemerintah Kabupaten Jayapura pun sudah berupaya tetapi pekerjaan ini adalah kewenangan pemerintah provinsi. Oleh sebab itu, kami mintaGubenrnur Papua segera memperhatikan apa yang menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Loading...
;

Komponen pemuda wilayah pesisir juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Papua terkait buruknya infrastruktur jalan Sentani-Depapre, yang dibacakan salah seorang pemuda, Raimon Karuwai.

Pemerintah Provinsi Papua diminta segera menindaklanjuti permintaan masyarakat dengan turun langsung dan melihat dari dekat kondisi jalan tersebut. Segera membuat program terarah untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang terhenti dengan limit waktu yang diberikan hingga akhir Oktober 2018.

“Apabila poin di atas tidak indahkan, kami akan memalang aktivitas pembangunan pelabuhan peti kemas di Depapre, termasuk akses jalan Sentani-Depapre. Selain itu, kami akan lakukan demonstrasi dan pemalangan jalan dari dan menuju Bandara Sentani hingga pemerintah pusat, provinsi, dan pusat turun tangan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan tersebut,” ungkap Raimon. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top