Follow our news chanel

Masyarakat Papua tak perlu khawatir, stok Bapok aman

Masyarakat Papua tak perlu khawatir, stok Bapok aman 1 i Papua
Ilustrasi – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Legislator Papua, Mustakim menyatakan masyarakat setempat tak perlu khawatir ketersediaan bahan pokok (bapok) selama Pemprov Papua memberlakukan status siaga darurat Covid-19 di wilayah itu selama 14 hari.

Anggota komisi bidang ekonomi DPR Papua itu mengatakan kepastian ketersediaan bapok itu diketahui pihaknya usai komisinya memantau ketersediaan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Argapura, Kota Jayapura pada Jumat (27/3/2020).

Menurutnya, dari keterangan kepala kantor wilayah Perum Bulog wilayah Papua dan Papua Barat, ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok tersedia selama empat bulan mendatang.

“Masyarakat Papua tidak perlu khawatir dengan kondisi kini,” kata Mustakim melalui sambungan teleponnya, Jumat (27/3/2020).

Katanya, masyarakat tidak perlu berbelanja kebutuhan pokok secara berlebihan. Situasi itu dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga di tingkat pengecer. Para pengecer juga diingatkan tidak memanfaatkan situasi kini menaikkan harga kebutuhan.

“Kalau menjual dengan harga tidak sewajarnya, pasti satgas akan menindaknya,” ujarnya.

Loading...
;

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Papua dan Papua Barat, Sopran Kenedi mengatakan, ketersediaan beras untuk wilayah Papua dan Papua Barat kini sebanyak 34 ribu ton. Selain itu masih ada stok sebanyak 26.400 ton beras untuk wilayah Papua.

Katanya, meski stok beras yang ada kini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan, namun Perum Bulog tetap melakukan penambahan secara berkala.

Meski begitu, kini ada beberapa bapok yang stoknya mulai berkurang dan perlu penambahan di antaranya gula pasir. Stok yang ada kini sekitar 30 ton, padahal kebutuhan gula pasir di Papua berkisar 1.000 ton.

Menipisnya stok gula pasir ini disebabkan petani tebu lokal baru akan memanen tebunya pada pertengahan Maret 2020 hingga Juni 2020. Untuk mengantispasi kelangkaan, Perum Bulog wilayah Papua  dan Papua Barat telah melakukan permintaan penambahan gula pasir sebanyak 5.000 ton, yang diperkirakan tiba di Papua pertengahan April mendatang.

“Nantinya gula pasir itu akan dibagi ke Provinsi Papua dan Papua Barat. Papua akan mendapat penambahan 3.000 ton gula pasir dan Papua Barat 2.000 ton. Kami juga sudah mengajukan penambahan untuk minyak goreng dan terigu,” kata Sopran Kenedi.

Katanya, dalam waktu beberapa hari ke depan, Bulog akan menerima tambahan sebanyak 60 liter minyak goreng, dan 30 ton tepung terigu. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top