Masyarakat Polinesia Prancis protes tentang wajib vaksinasi Covid-19

Warga komune Hitiaa mengantre untuk menerima vaksinasi Covid-19. - AFP

Papua No.1 News Portal | Jubi

Tahiti, Jubi – Diperkirakan hampir 2.500 orang berkumpul untuk melakukan protes terhadap UU wajib vaksinasi di Polinesia Prancis selang akhir pekan ini.

Bulan lalu anggota-anggota parlemen telah mengesahkan sebuah UU yang mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi siapa saja yang berkontak dengan publik dan orang-orang yang dianggap rentan. Mereka diberikan waktu selama dua bulan untuk menerima vaksin, jika tidak mereka akan dikenakan denda sebesar AS $1.700 serta kontrak kerja mereka ditangguhkan.

Petisi banding sedang diajukan di Polinesia Prancis dan di pengadilan tertinggi Prancis untuk membatalkan penerapan UU itu di Tahiti. UU yang baru itu akan berlaku mulai dari 23 Oktober mendatang.

“Saat ini kita memberlakukan vaksin wajib untuk karyawan, besok untuk anak-anak,” tutur salah satu penyelenggara protes itu, Nicole Sanquer.

Pemrotes lainnya, Titaua Erickson, seorang guru berusia 69 tahun, menyuarakan kurangnya rasa percaya pada pihak berwenang. “Kami tidak diberikan informasi yang benar tentang angka-angka terkait rumah sakit, saya mendapat kesan bahwa hal itu sengaja dilakukan untuk menanamkan rasa takut dan memaksa kami untuk menerima vaksinasi,” tegas Erickson.

Pihak penyelenggara protes diterima di Komisi Tinggi Prancis di Tahiti dan kemudian di kediaman Presiden Polinesia Prancis. Namun, mereka tidak dapat bertemu dengan Presiden Edouard Fritch seperti yang diharapkan.

Mereka mengajukan petisi menentang penerapan UU wajib vaksinasi di wilayah itu, yang ditandatangani oleh ribuan orang.

Loading...
;

Menurut laporan kantor berita AFP, wabah Covid-19 di Tahiti telah menewaskan 693 orang, 75% dari kematian itu terjadi dalam enam minggu terakhir. Namun upaya vaksinasi di Polinesia Prancis telah dipersulit oleh rasa tidak percaya masyarakat akan vaksinasi, dimana hanya 46% dari 280.000 penduduk yang sudah menerima vaksinasi penuh.

Pembatasan jam malam juga masih berlaku malam ini, meskipun pembatasan lainnya mulai dilonggarkan secara bertahap. Sekolah-sekolah dijadwalkan untuk buka kembali Senin ini waktu setempat. (RNZ Pacific)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top