Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Masyarakat Tailarek demo, desak Kadistrik dan guru diganti

Masyarakat Tailarek demo, desak Kadistrik dan guru diganti 1 i Papua
Aksi demo masyarakat Distrik Tailarek di halaman kantor bupati Jayawijaya, Selasa (12/3/2019)-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Puluhan masyarakat Distrik Tailarek meminta di hadapan Bupati Jayawijaya untuk mengganti kepala distrik mereka, serta para guru yang dianggap tak pernah bertugas dan mengajar di daerah itu.

Erinus Mosip selaku koordinator aksi demo di halaman kantor bupati Jayawijaya, Selasa (12/3/2019) mengatakan, selama kepemimpinan kepala distrik, pelayanan kesehatan dan pendidikan terhenti selama bertahun-tahun. Dua SD di Tailarek tidak ada kegiatan belajar mengajar.

“Kami mau supaya pelayanan di Tailarek kembali aktif, sehingga kami minta bupati ganti kepala distrik dan dua kepala sekolah SD yang ada,” kata Mosip.

Masyarakat Tailarek demo, desak Kadistrik dan guru diganti 2 i Papua

Ia mengungkapkan apa yang disampaikan kepala distrik Tailarek tentang pembangunan dan pelayanan di daerahnya itu bohong. Bahkan masyarakat tidak tahu kepala distrik yang mana orangnya.

“Kami juga minta penempatan tenaga medis di dua Puskesmas di Distrik Tailarek, sekolah harus diaktifkan kembali,” ujarnya.

Kepala Kampung Bokiem, Lamas Hilapok juga mengatakan jika di distrik Tailarek guru setiap tahun tidak pernah ada di tempat tugas mengajar di dua SD yang ada yaitu SD Negeri Taila dan SD Inpres Tailarek.

Bahkan kata Hilapok, setiap kali ujian nasional ijazah anak-anak di Tailarek atas nama anak-anak dari daerah lain seperti Lanny Jaya, Nduga bahkan Yalimo.

Loading...
;

“Seperti ijazah paket begitu. Jadi nama anak-anak yang sekolah di Tailarek bukan nama mereka, melainkan dari kabupaten-kabupaten lain itu dibuat rekayasa jadi orang punya nama,“kata Hilapok.

Menanggapi itu, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan permintaan untuk pergantian kepala distrik dan kepala sekolah akan dievaluasi terlebih dahulu.

“Pemerintah mengucapkan terima kasih sudah menyampaikan aspirasi, kami pastikan tahun ini ada tenaga kesehatan yang masuk lagi ke Tailarek,” katanya.

Masalah guru tidak pernah tugas, kata Banua, akan langsung diganti. “Saya ingin para pemuda di Tailarek yang sudah selesai kuliah tapi belum ada kerjaan, akan dijadikan guru honor masing-masing tiga orang untuk dua sekolah,” ujar Banua. (*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top