Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Masyarakat Tobati-Enggros akan kelola pariwisata dan tolak jual tanah adat

Tempat wisata Holtecamp milik masyarakat asli Tobati – Engros – Jubi/Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Masyarakat asli Enggros – Tobati  pemilik hak wilayah adat berkomitmen untuk menjaga tanah mereka dari para pembeli tanah yang bukan warga asli Port Numbay, di sekitar jembatan merah Youtefa hingga ujung pantai Holtecamp. Ini dikatakan Mama Nonce Hanasbey saat ditanya Jubi.

“Kita bisa lihat sendiri, sekarang tempat kami sudah tergusur oleh pembangunan kota, dan hanya tanah sebagian ini yang kami miliki, dan kami tidak ingin orang lain datang dan membeli tempat kami,” katanya, Minggu (8/12/2019) malam.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur semakin maju dan mata pencaharian warga di sana satu-satunya di bidang pariwisata. Tidak seperti dulu, masyarakat asli masih bergantung pada hasil laut, namun sekarang perairan teluk Youtefa  telah tercemar oleh sampah plastik.

“Tempat kami makin strategis terutama untuk membuka tempat wisata dan banyak orang mulai melirik tempat kami. Ada yang datang menawarkan uang dan lainnya agar kami menjual tanah tapi kami tolak, karena ini tempat baru untuk kami cari makan menghidupi keluarga,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat asli Engros-Tobati bersepakat untuk tidak menjual lahan wisata mereka kepada orang lain. Mulai dari pengelolaan wisata, kios dan tempat rekreasi harus semua dikelola masyarakat asli. Itu komitmen kami bersama.

“Kami juga berharap dukungan pemerintah, dalam mengembangkan potensi lokal yang ada baik pariwisata, ekonomi kreatif hingga produk lokal dan rumah makan hasil pangan lokal Papua semua,” harapnya.

Loading...
;

Sementara itu, Noel Wenda, salah satu pengunjung tempat wisata pantai Holtecamp berharap, dari ujung jembatan merah Youtefa hingga Pantai Holtecamp harus di kelola oleh masyarakat asli agar pemasukan dari pariwisata dapat menghidupi kebutuhan keluarga mereka.

“Tidak hanya mengelola tempat wisata, tapi mereka juga harus membuka usaha lain seperti rumah makan khas Papua, aksesoris Papua, rajutan noken, sebagai cinderamata para pengunjung yang akan datang nanti,” katanya.

Kata Noel, tempat wisata ini juga menjadi salah satu hasil kelola yang akan menyambut PON 2020 di tanah Papua, terutama para tamu, atlet dan pengunjung yang akan datang di Papua dan ingin menikmati keindahan wisata di kota Jayapura. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top