Mathius Awoitauw : terlalu berlebihan jika kontingen PON XX dikawal Brimob

Papua
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat foto bersama dengan pemuda dari berbagai suku di Indonesia saat berkunjung ke Kampung Yokiwa Distrik Sentani Timur. Jubi / Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura sekaligus ketua sub PB PON XX Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw menilai pengawalan Brimob untuk kontingen Pekan Olahraga Nasional ( PON) XX yang datang ke Kabupaten Jayapura, terlalu berlebihan.

Menurutnya, kebijakan soal keamanan sudah ditetapkan dan diatur oleh Panitia Besar ( PB) dan Sub PB sebagai tuan rumah penyelenggara helatan nasional itu.

Dikatakan, pernyataan Gubernur Papua, Lukas Enembe saat pelaksanaan CDM II di Kabupaten Jayapura di hadapan seluruh Ketua KONI se Indonesia, sudah sangat jelas. Bahwa Papua tanah damai, aman, dan silahkan datang sebagai peserta dan Kontingen PON.

” Terlalu berlebihan kalau atlet dikawal sama brimob, saya harap kebijakan ini bisa dievaluasi oleh masing-masing kontingen yang datang ke sini (Kabupaten Jayapura). Soal keamanan sudah kami pastikan, Kabupaten Jayapura dalam kondisi aman,” ujar Bupati Awoitauw di Sentani. Jumat (17/9/2021).

Dia mengibaratkan, Kabupaten Jayapura sebagai miniatur Indonesia. Di wilayah yang dipimpinnya itu, ada berbagai kerukunan dan ikatan keluarga dari suku-suku di Nusantara ini. Mereka hidup bersama dan berdampingan dalam suasana kekeluargaan dan saling menolong satu sama lain. Termasuk ikatan dan keluarga besar Sumatera Barat.

” Kalau dikawal untuk datang ke sini, berarti bukan ikut pertandingan atau perlombaan di bidang olahraga, ini pesta olahraga. Tidak boleh menciptakan situasi, seolah-olah Kabupaten Jayapura dalam kondisi darurat,” tegasnya.
Bupati Jayapura dua periode itu menjelaskan, standar keamanan atlet PON sudah diatur pihak panitia yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan masyarakat.

” Pesta olahraga ini adalah pesta persaudaraan sesama anak bangsa dari seluruh suku dan daerah di seluruh Indonesia. Kita harus beri kesan bahwa dari Sabang sampai Merauke, kita bersaudara di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” .

Loading...
;

Terpisah, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ( AMAN) Jayapura, Benhur Wally menegaskan, dalam persiapan penyelenggaraan PON XX di Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, seluruh tokoh adat dan masyarakat sudah berkomitmen mensukseskannya.Termasuk di dalamnya menjaga keamanan dan ketertiban.

” Ini pesta olahraga, wujud dari persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa yang setia dan senantiasa menjaga kedaulatan bangsa, bukan ajang pamer Alutsista (alat utama sistem senjata),” Kata Beny sapaan akrabnya.

Isak Mebri, salah satu tokoh masyarakat adat Sentani menyampaikan ucapan selamat datang bagi peserta Kontingen PON XX dari seluruh Indonesia di Bumi Khena Mbai U Mbai Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, kehadiran Kontingen PON XX dengan menyertakan aparat keamanan, mungkin saja itu bagian dari struktur kepanitiaan mereka.

” Seluruh masyarakat Papua di Kabupaten Jayapura tentunya akan menyambut semua peserta yang datang, kami hidup dengan damai dan berdampingan dengan saudara-saudara kita dari paguyuban nusantara yang hidup dan tinggal menetap disini. Tidak perlu khawatir atau terprovokasi dengan informasi yang tidak benar soal Papua di luar sana,” . (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top