Follow our news chanel

Media cetak terkadang kurang cepat dari Medsos, tapi…

Ilustrasi, pixabay.com
Media cetak terkadang kurang cepat dari Medsos, tapi... 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

“Hal utama adalah kebenarannya terverifikasi dan obyektif serta berimbang,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi –  Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretaris Daerah Nabire, Yermias Degei, menilai media masa cetak terkadang kurang cepat dengan media sosial. Tetapi ia menjelaskan media sosial atau media warga juga kadang tidak obyektif dan tak memverifikasi dalam pemberitaan.

“Padahal hal utama adalah kebenarannya terverifikasi dan obyektif serta berimbang,” kata Degei, Sabtu, (8/2/2020), kemarin.

Baca juga : Media Massa, Rasisme Struktural, dan Legitimasi Kekerasan di Papua

Media massa harus ciptakan pilkada aman dan damai

Caleg sudah bisa beriklan di media massa

Loading...
;

Dengan kondisi itu ia mengimbau agar masyarakat percaya pada media yang kredibel, yang jelas alamat dan wartawannya. Imbauan itu agar publik tidak tersesat dengan informasi yang ada di media sosial.

“Jika alamat media jelas  wartawan jelas,  medianya jelas maka orang akan mudah untuk klarifikasi jika ada yang keliru dalam pemberitaan atau dapat dipercaya dengan isi beritanya,” kata Degei menjelaskan.

Menurut dia, Papua hanya bisa dibangun atas dasar informasi yang benar,  jujur, narasumber yang jelas dan kredibel,  dan obyektif yang diwartakan oleh media yang jelas. Sedangkan pers memiliki peran penting dalam era demokrasi karena sebagai salah satu wadah ekspresi, tempat komunikasi dan pengawasan dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Ia mengakui pers adalah sektor penting bagi kemajuan daerah. Hal itu menjadi alasan Pemerintah Daerah di Papua tidak alergi dengan media atau wartawan untuk menjawab dan memberikan data serta kerja sama.

“Karena mereka (Pers) adalah penyambung antara pemerintah dan rakyat. Dan tentu saja harus terverifikasi, obyektif,” katana.

Jurnalis media Porosindonesia.id, Ronal Karambut mengatakan saat ini jurnalis mengalami hambatan saat meliput di Nabire. Di antaranya yang dihadapi jurnalis kadang nara sumber enggan memberikan keterangan dengan alasan yang kurang jelas. “Bahkan ada reaksi buruk oknum tertentu saat dikonfirmasi dan terkesan tidak serius menghadapi wartawan,” kata Karambut. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top