Follow our news chanel

Previous
Next

Mekanisasi pertanian diharapkan membuka peluang sektor agribisnis

Ilustrasi, seorang petani memanen tomat di lahan garapannya di Kampung Yahim, Sentani, Kabupaten Jayapura - Jubi/Yance Wenda.
Mekanisasi pertanian diharapkan membuka peluang sektor agribisnis 1 i Papua
Ilustrasi, seorang petani memanen tomat di lahan garapannya di Kampung Yahim, Sentani, Kabupaten Jayapura – Jubi/Yance Wenda.

Jika keluarga petani menghasilkan pendapatan yang cukup,  maka mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya ke pendidikan yang lebih baik.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Mekanisasi pertanian dinilai membuka peluang sektor agribisnis bagi generasi petani yang dilahirkan dari keluarga latar belakang agraris. Jika keluarga petani menghasilkan pendapatan yang cukup,  maka mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya ke pendidikan yang lebih baik.

“Kita harus masuk dengan mekanisasi pertanian modern atau harus bersentuhan dengan teknologi karena minat generasi muda untuk terjun kedunia pertanian masih sangat minim,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo, Sabtu (28/2/2020), kemarin.

Baca juga : Lara petani di musim pancaroba

Sejumlah petani di Sikka gelar ritual adat minta hujan

Petani Sulsel diimbau berlaih ke sistem organik

Loading...
;

Jean menyebutkan anak-anak keluarga petani sebagian besar tidak kembali mengolah lahan atau melanjutkan profesi orang tuanya, setelah menjadi sarjana atau lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal itu menjadi salah satu penyebab jumlah petani berkurang setiap tahun.

Hal ini menjadi alasan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura terus mengupayakan kesejahteaan masyarakat agar tidak menjadi pengangguran.

“Agar mendorong minat warga terutama anak muda yang belum mendapatkan pekerjaan saat lulus sekolah tinggi atau sarjana bangga menjadi petani,” kata Jean menambahkan.

Selain dibekali pengalaman dan ilmu pengetahuan tentang pertanian, dibutuhkan inovasi yang bisa menstimulan semangat kerja anak-anak muda di Kota Jayapura agar memiliki lapangan kerja bahkan bisa menciptakan usaha baru memproduksi hasil pertanian.

“Kita harus masuk dengan mekanisasi pertanian modern atau harus bersentuhan dengan teknologi karena minat generasi muda untuk terjun kedunia pertanian masih sangat minim,” kata Jean menjelaskan.

Mekanisasi pertanian atau melalui pemanfaatan teknologi alat mesin tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru tapi juga meningkatkan produksi pertanian. Tercatat di Kota Jayapura ada 126 kelompok atau 4 ribu keluarga tani dengan dengan jumlah petani mencapai 12 ribu orang. Mereka sudah diidentivikasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dengan satu kelompok tani ada 20 sampai 40 keluarga.

Sedangkan luas lahan berpotensi untuk dikembangkan di sektor pertanian seluas 21 ribu hektar tersebar di wilayah Kota Jayapura, sedangkan yang sudah dikembangkan 11 ribu hektare. “Masih ada 10 ribu hektar yang masih berpeluang untuk digarap,” katanya.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan modernisasi pertanian menjadi keharusan agar menarik perhatian anak muda agar mau terjun mengolah sawah dan mengembangkan dunia usaha. Selain itu kebutuhan pangan dan pemenuhannya selalu menjadi prioritas dalam pembangunan ekonomi seiring bertambahnya jumlah penduduk di Kota Jayapura.

“Kalau bukan anak-anak muda siapa lagi yang mau lanjutkan generasi petani maka itu harus ada inovasi agar mendorong minat warga mau menjadi petani,” ujar Rustan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top