Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Melabuhkan 2 yacht di Jayapura, 4 WNA diperiksa imigrasi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak empat warga negara asing diamankan Imigrasi Kelas I Jayapura, Karantina Kesehatan Pelabuhan, dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Jayapura, Rabu (18/3/2020). Keempatnya ditangkap diinterogasi setelah berlayar dengan kapal pesiar/yacht pribadi mereka, dan berlabuh di Pelabuhan Jayapura.

Kepala Imigrasi Kelas I Jayapura, Gatut Setiawan mengatakan keempat warga negara asing (WNA) itu tiba di Jayapura dengan menggunakan dua kapal yacht berbeda. Wong Tet Chong yang berasal dari Singapura menggunakan kapal yacht Ximula-3 Langkawi. Sementara Bruno Coolmet yang merupakan warga Perancis datang bersama istri dan calon menantunya, memakai kapal yacht Krypton.

“Keempat WNA ini bertolak dari Sorong, Papua Barat dan sudah clearance-out oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong. Hanya saja, ketika masuk dan berlabuh di perairan Jayapura, [mereka] tidak melapor ke KKP dan KSOP, tapi langsung turun dan beraktivitas di dalam kota,” kata Gatut di Jayapura, Rabu (18/3/2020).

Menurut Gatut, Wong Tet Chong ingin membawa kapalnya berlayar ke Papua Nugini. Wong Tet Chong terpaksa mengalihkan pelayarannya ke Jayapura, karena dihadang cuaca buruk dan mesin kapalnya rusak. Selain itu, otoritas Papua Nugini juga tengah menutup akses masuk ke negara itu.

“Imigrasi, KKP dan KSOP sudah meintrogasi [dia], sekaligus memeriksa suhu tubuh yang bersangkutan sebagai upaya pengecekan virus corona. Untung suhu tubuhnya normal. Kami memberi waktu dua hari [baginya untuk] meninggalkan perairan Jayapura. Jika [selewat itu ia] masih ada di Jayapura, KSOP akan menarik paksa kapanya keluar dari Indonesia,” ujar Gatut.

Loading...
;

Gatut menyatakan hasil pemeriksaan terhadap Bruno Coolmet, istrinya, dan calon menantu mereka tidak menemukan pelanggaran imigrasi apapun. Ketiganya memiliki izin tinggal yang berlaku sampai 1 April 2020.

“Meskipun tidak ada pelanggaran dari segi Keimigrasian, namun ketiganya dinyatakan bermasalah dari pihak KKP dan KSOP, karena [meninggalkan kapalnya tanpa] melapor. Ini yang ke depan akan kami perketat lagi, demi menjaga keamanan laut dari invasi orang asing dan lainnya. [Kami akan memperketatnya dengan melibatkan KKP, KSOP dan instansi terkait lainnya,” kata Gatut.

Gatut menambahkan ketiga warga negara Perancis itu akan ditindak oleh pihak KKP, dan setelah itu akan diperintahkan meninggalkan perairan Jayapura. “Sebagai jaminan dokumen keempat warga asing ini masih ditahan di Imigrasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta Imigrasi, KKP dan instansi terkait lainnya untuk memperketat pengawasan di bandara, pelabuhan, dan pintu-pintu masuk lainnya. Pengawasan lebih ketat dibutuhkan untuk mencegah penyebaran virus corona di Papua.  “Pengawasan dan pemeriksaan harus lebih selektif, baik kepada warga negara asing maupun warga negara Indonesia yang akan masuk ke Papua,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top