Follow our news chanel

Previous
Next

Meloqa, sang penjaga flora fauna gunung Rinjani

Gunung Rinjani di Pulau Lombok, saat terjadi fenomena alam diselimuti awan berbentuk menyerupai topi pada Juli 2019 silam – Jubi/bisniswisata.co.id
Meloqa, sang penjaga flora fauna gunung Rinjani 1 i Papua
Gunung Rinjani di Pulau Lombok, saat terjadi fenomena alam diselimuti awan berbentuk menyerupai topi pada Juli 2019 silam – Jubi/bisniswisata.co.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mataram, Jubi – Masyarakat adat Bayan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat minta Gunung Rinjani yang menjadi sumber kehidupan di Pulau Lombok untuk dijaga kelestariannya.

“Gunung Rinjani itu merupakan sumber kehidupan untuk seluruh Pulau Lombok, seperti airnya,” kata tokoh masyarakat adat Bayan yang juga Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana, Jumat (31/1/2020).

Ditambahkan, Gunung Rinjani memiliki nilai semangat bagi masyarakat adat Bayan yang tersebar di Kabupaten Lombok Utara dan Sembalun, Lombok Timur.

Menjaga Gunung Rinjani, kata dia, sudah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat adat Bayan yang terbukti dari struktur adat Bayan yang dipimpin oleh pemangku dan dibawahnya ada meloqa atau kepala desa.

Tugas meloqa itulah yang menjaga flora fauna di Gunung Rinjani dan tidak boleh dirusak oleh siapapun termasuk dengan penggunaan alat modern.

Bagi masyarakat adat Bayan, Gunung Rinjani dipercaya sebagai tempat berkumpulnya roh-roh halus yang menjaga gunung tersebut.

Loading...
;

Masyarakat adat Bayan rutin menggelar kegiatan ritual ‘Asuh Gunung’ di Rinjani.

Karena itu, masyarakat adat Bayan menolak tegas rencana pembangunan kereta gantung di Gunung Rinjani.

“Kami menolak tegas rencana pembangunan itu. Kami tidak ingin Gunung Rinjani menjadi rusak,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Madani Mukarom, menegaskan rencana pembangunan kereta gantung dengan mengambil latar Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Lombok, NTB berada di luar kawasan konservasi.

Ia mengatakan pembangunan kereta gantung oleh PT Indonesia Lombok Resort itu akan membentang sepanjang 10 kilometer dengan mengambil lokasi utama di Desa Aik Berik,

Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Di mana, seluruh lintasan yang akan dilalui kereta gantung masuk dalam kawasan hutan lindung dan kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura).

“Jadi kawasannya itu masih di hutan lindung dan Tahura, belum masuk kawasan Rinjani yang selama ini dipersoalkan,” ujar Madani. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top