Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Memahami orang Malind melalui buku Wenior Beny Pakage

Buku Maroka Ehe hasil karya Wenior Beny Pakage – Jubi/Frans L Kobun
Memahami orang Malind melalui buku Wenior Beny Pakage 1 i Papua
Para peserta yang menghadiri dialog dan peluncuran buku Maroka Ehe – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Inisiatif penulisan buku dari diskusi usai pertemuan yang diprakarsai PT Korindo Group, Pemkab Merauke dan Boven Digoel untuk meminta Presiden RI mencabut moratorium penghentian pembelian minyak kelapa sawit.

Penasaran, itulah yang terpancar dari wajah puluhan orang yang memadati ruangan Biara MSC mengikuti diskusi dan peluncuran buku berjudul “Maroka Ehe, Memahami Orang Malind dan Keprihatinannya di Selatan Tanah Papua” pada Sabtu, 1 Februari 2020.

Memahami orang Malind melalui buku Wenior Beny Pakage 2 i Papua

Rasa penasaran itu lantaran selama kurang lebih satu jam mereka tak kunjung dibagikan buku karya Wenior Beny Pakage setebal 218 halaman tersebut. Padahal gambaran tentang isi tersebut telah disampaikan.

Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke, RP Anselmus Amo, MSC yang bertindak sebagai moderator mengatakan semua orang patut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan diskusi dan peluncuran buku “Maroka Ehe”.

Selama ini diskusi peluncuran dan atau bedah buku lebih banyak dilakukan di kampus. Sedangkan di luar kampus jarang sekali. Kesempatan berharga karena diskusi tersebut diadakan di aula Biara MSC dan dihadiri anak-anak muda Marind.

Buku Maroka Ehe memicu siapa saja tidak hanya belajar budaya Malind, tetapi juga belajar tahapan-tahapan perkembangan. Karena yang banyak diangkat dalam buku tersebut terkait adat istiadat maupun hak-hak budaya.

Loading...
;

Berbicara tentang hak atas budaya berarti di sana terdapat kehidupan. Lalu bicara kehidupan orang Marind berarti tentang tanah leluhur. Jadi ketika ada orang Marind sudah jual tanah atau tidak memiliki lagi, menjadi pertanyaan identitas budaya berpijak di mana. Apakah dia berpijak di rawa-rawa atau udara?

Pijakan dimaksud, menurutnya, berkaitan juga dengan hukum adat istiadat orang Marind. Seperti pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langkit dijunjung.

“Setiap kita di Tanah Marind ini mempunyai satu kewajiban menghargai budaya Marind,” katanya.

Mahasiswa Marind, Arnoldus Anda, mengaku sangat senang adanya buku tersebut. Hanya saja, ia menjadi penasaran karena belum dibagikan untuk dibaca.

“Saya sangat senang lantaran menghadiri pertemuan dialog dan peluncuran buku ‘Maroka Ehe’, dari buku tersebut tentu banyak hal ditulis dan bisa menjadi referensi bagi kami generasi sekarang,” ujarnya.

Memahami orang Malind melalui buku Wenior Beny Pakage 3 i Papua
Penulis Buku Maroka Ehe, Wenior Beny Pakage Jub/Frans L Kobun

Penulis Buku Maroka Ehe, Wenior Beny Pakage, menjelaskan inisiatif melahirkan buku berawal dari diskusi kecil dia dengan almarhumah Maria Kaize, seorang perempuan Marind.

Diskusi dibangun usai pertemuan yang diprakarsai PT Korindo Group, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke dan Boven Digoel untuk meminta Presiden RI mencabut moratorium penghentian pembelian minyak kelapa sawit.

Kampanye terkait menjamurnya perusahaan kelapa sawit serta MIFEE di Merauke yang dilihat oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai bentuk perusakan terhadap hutan yang dampaknya mengganggu ekosistem hidup orang Malind di balik penguasaan tanah guna transmigrasi dalam jumlah besar.

“Pertemuan kami sebenarnya kebetulan saja, kami saat itu, saya ke tempat pertemuan setelah disampaikan Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop (almarhum) di sebuah tempat di Jakarta,” ujarnya.

Ia mengatakan hadir di sana untuk mendengar apa yang dibicarakan.

“Karena saat itu Ibu Maria adalah staf khusus di DPR RI juga hadir, sehingga usai pertemuan kami sepakat berdiskusi tentang kondisi dan ekosistem hidup orang Malind,” ujarnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, katanya, memunculkan keprihatinan karena masyarakat dari kampung-kampung yang dibawa ke Jakarta ikut pertemuan meminta perusahaan kelapa sawit yang dijalankan PT Korindo Group agar terus beroperasi.

Dari kesepakatan pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, akhirnya menjadi topik diskusi.

“Ibu Maria mengatakan kalau orang Malind ikut bekerja di perusahaan-perusahaan bisa terjadi alih profesi dari hidup melalui berburu dan pangkur sagu, bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Namun, tambahnya, jika perusahaan hadir dan mempekerjakan orang Jawa sebagai buruh berdampak terhadap ekosistem hidup mereka, karena sumber mata pencaharian melalui pangkur sagu dan berburu di hutan, akan sirna. Lalu orang Marind tidak bertahan hidup sehingga ekosistemnya terganggu.

“Jadi dengan diskusi kecil itu saya mencoba membuat buku dan melalui artikel serta pesan yang disampaikan dapat melahirkan keprihatinan pembaca, khususnya dari khalayak umum,” ujarnya.

Tujuannya, kata Pakage, agar dapat memproteksi orang Malind menghadapi perkembangan dan semua kebijakan yang datang merugikan mereka dengan cara-cara lebih baik.

“Kami menulis buku ini dengan mengumpulkan beberapa artikel serta meminta Frater Wensislaus Fatubun, seorang aktivis dan relawan Fransiskan Internasional memberikan sejumlah artikelnya dari hasil monitoring serta investigasi bersama SKP KAME di sejumlah kampung,” ujarnya.

Memahami orang Malind melalui buku Wenior Beny Pakage 4 i Papua
Buku Maroka Ehe hasil karya Wenior Beny Pakage – Jubi/Frans L Kobun

Buku yang ditulisnya tersebut tidak untuk mengadu domba satu sama lain. Tetapi dirinya sebagai pendatang harus mengetahui batas-batas dari upaya mempertahankan hak hidup dengan bertanya, “Apakah tindakan yang saya buat sudah melanggar nilai-nilai suku Malind yang disakralkan mereka atau tidak,” ujarnya.

Dengan adanya buku tersebut generasi suku Malind dapat mencari solusi terbaik dalam rangka mempertahankan eksistensi hidup dengan cara-cara baik yakni membangun dialog-dialog secara bermartabat. (*)

Editor: Syofiardi

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top