Follow our news chanel

Membangun asa di Sumber Harapan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

PETANI di Kampung Harapan hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan. Padi mereka yang baru tumbuh harus membusuk karena terendam banjir.

Stok benih padi sudah tidak bersisa lagi untuk ditanami. Lagian, untuk menanami kembali sawah mereka membutuhkan dana tidak sedikit. Mereka juga tidak lagi memiliki cukup modal.

“Jujur, kami tak memunyai bibit (benih padi) lagi. Semua telah disemaikan dan dihambur di lahan. Namun, banjir besar datang dan masuk ke areal persawahan,” kata tokoh masyarakat Sumber Harapan, Donatus Manu, kepada Jubi, Jumat (25/1/2018).    

Banjir berlangsung sekitar dua pekan di perkampungan di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, tersebut. Hujan deras mengakibatkan saluran irigasi meluber hingga air limpasan mengenangi lokasi persawahan.

Ada kurang lebih 650 hektare persawahan di Kampung Harapan. Sekitar 80 hektare rusak, dan 15 hektare di antaranya dipastikan gagal panen akibat banjir. Lokasinya berada di utara perkampungan. Persawahan lain juga ikut terendam air setinggi 50-60 sentimeter, tetapi belum diolah dan ditanami padi.

“Sekitar 15 hektare telah ditaburi (disemai), dan usianya (tanaman saat ini) sekitar sebulan. Semuanya dipastikan mati. Begitu pula bibit yang siap dipindahkan ke sawah, terendam, dan akar serta batangnya membusuk,” jelas Donatus.

Loading...
;

Air melimpah ruah lantaran irigasi juga kurang terawat. Pintunya kurang berfungsi dan saluran primer rusak. Banjir masih melanda Kampung Sumber Harapan sampai saat ini karena hujan deras terus mengguyur dalam sepekan terakhir. 

Para petani rata-rata tidak berdaya menghadapi dampak banjir. Mereka hanya bisa pasrah sembari menunggu kepedulian pemerintah dan para dermawan. Ini seperti dialami Yudas Tadeus.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa.  Padi berusia sebulan itu dipastikan tidak akan tumbuh karena masih tergenang. Saya juga tidak memiliki cadangan bibit (benih),” ungkapnya.

Bantuan datang

Permasalahan petani korban banjir mulai menemui jalan keluar. Mereka mendapatkan bantuan 1 ton benih padi dari Romanus Mbaraka.

Bantuan diberikan saat mantan Bupati Merauke, ini menyambangi perkampungan yang sebagian besar dihuni warga asal Nusa Tenggara Timur tersebut, Jumat. Mbaraka mengaku merasa terpanggil untuk memberi bantuan setelah mendengar cerita dari seorang tokoh masyarakat Sumber Harapan.

“Saya membantu karena petani sudah tidak memiliki cadangan benih. Ada sedikit stok di gudang sehingga saya ambil dan antar ke sini,” kata Mbaraka.

Dia berharap benih dapat ditanam ketika banjir telah surut. Dengan demikian, petani memiliki penghasilan saat memasuki musim tanam gadu.

Bantuan serupa juga diberikan Mbaraka kepada sejumlah perkampungan transmigrasi lainnya. Bupati Merauke periode 2011-2015, ini memastikan tidak ada kepentingan politik di balik bantuannya.

“Tidak ada alasan maupun kepentingan politik di sini. Siapa pun memililiki kelebihan (materi) bisa berbagi kepada masyarakat,” tegas Mbaraka. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top