Follow our news chanel

Previous
Next

Memilih berjualan daripada di Rumah Saja

Papua
Charles, penjual es jeruk di pertigaan Jalan Genyem, Sentani, Kabupaten Jayapura - Jubi/Engebert Wally.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Charles bisa meraup ratusan ribu rupiah setiap hari. Jika lagi mujur, pendapatan hariannya bahkan bisa tembus hingga Rp1 juta.

IMBAUAN di Rumah Saja selama pandemi Covid-19, tidak berlaku bagi Charles Abed Nego Pahabol. Dia tetap membantu orang tuanya, Sail Pahabol berjualan es jeruk.

“Kalau bapak ada kerjaan (kesibukan lain), saya yang (gantikan) berjualan. Segelas es jeruk harganya Rp5 ribu,” kata Charles saat ditemui di tempatnya berjualan, Senin, 20 Juli 2020.

Charles berjualan di pertigaan Jalan Genyem, di Kampung Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura. Pascabanjir Bandang Sentani tahun lalu, lokasi tersebut menjelma menjadi pasar mini. Penjual makanan dan buah hingga ikan laut ramai mangkal di sana.

Lokasi itu sangat strategis. Selain rindang karena dinaungi pepohonan, kawasan tersebut ramai dilintasi kendaraan setiap hari. Tidak heran jika dagangan Charles menjadi laris manis. Banyak warga membeli es jeruknya sembari beristirahat dari rutinitas kesibukan masing-masing.

Karena ramai yang membeli dagangannya, Charles bisa meraup ratusan ribu rupiah setiap hari. Jika lagi mujur, pendapatan hariannya bahkan bisa tembus hingga Rp1 juta.

“(Pendapatan) bergantung (kepada) cuaca. Jika mendung, dapat Rp300 ribu-Rp400 ribu (sehari). Kalau panas, bisa dapat hingga Rp1 juta (sehari),” kata sulung dari dua bersaudara itu.

Loading...
;

Charles meramu dagangannya dari perasan jeruk segar dan larutan gula pasir, sebelum dicampur es batu. Jeruk dibeli dari sejumlah lokasi penjualan, seperti  di Besum, Nimboran, Koya dan Arso.

“Kadang stok buah jeruk habis sehingga tidak bisa berjualan. Ketika turun hujan seharian, kami juga tidak berjualan,” kata siswa kelas IV SD Kalam Kudus Sentani, tersebut.

Charles menempatkan seluruh perangkat kerja pada sepeda motor milik ayahnya. Kendaraan roda dua tersebut memiliki gerobak kecil pada sadel belakang untuk menyimpan galon air, pemeras jeruk, termos, dan gelas.

“Saat pulang kerja, saya sering singgah untuk membeli es jeruk buatan anak ini (Charles). Sari jeruknya berasa manis dan segar, apalagi diminum dalam kondisi dingin,” kata Paul Yoku, seorang pelanggan, saat membeli es jeruk bikinan Charles. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top