Follow our news chanel

Memperkenalkan budaya Papua

Peserta pelatihan jurnalistik Jubi ketika mewawancarai Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Museum Lokal Budaya Uncen, Jumat (15/3/2019) – Jubi/Timo Marten 
Memperkenalkan budaya Papua 1 i Papua
Peserta pelatihan jurnalistik Jubi ketika mewawancarai Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Museum Lokal Budaya Uncen, Jumat (15/3/2019) – Jubi/Timo Marten

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Di beberapa pojok sekolah tampak sepi. Hanya beberapa orang yang membersihkan ruangan kelas. Menata vas bunga. Tapi tiga siswa melintas di depan saya. Mereka menyapa dengan ucapan khas, “Selamat pagi, selamat pagi, selamat pagi, kaka”. Saya pun membalas sapaan mereka.

Pagi ini, mereka terlihat buru-buru, sebab sedang mempersiapkan diri, untuk mengunjungi museum Loka Budaya Uncen, Jalan Raya Abepura-Sentani. Saya menuju ke salah satu ruangan. Ruangan bahasa Indonesia tepatnya.

Di ruangan ini 12 siswa mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar kru Jubi. Mereka adalah utusan dari tiga sekolah. Empat orang dari SMA Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teruna Bakti, empat dari SMA Pembangunan Yapis Jayapura, dan empat lainnya dari SMA Negeri 3 Jayapura.

Mereka mengikuti pelatihan jurnalistik bertajuk “Journalist Goes To School” di SMA 3 Buper, Rabu (13/3/2019) sampai Jumat (15/3/2019), yang digelar Koran Jubi dan www.jubi.id.

Hari ketiga, mereka berkesempatan mengunjungi kantor redaksi dan percetakan Jubi, serta Museum Loka Budaya Uncen di Abepura.

Salah satu peserta dari Teruna Bakti, Lena Adri Doga, mengaku bangga karena mendapatkan pengetahuan baru.

Loading...
;

“Pernah belajar menulis cerpen, tapi setelah itu saya tidak menulis lagi. Namun sekarang dengan kehadiran Jubi saya bisa kembali belajar untuk menulis dan saya akan terus belajar untuk menulis tentang tanah Papua,” kata Lena Doga.

Dia mengagumi budaya Papua yang begitu kaya usai mengunjungi museum, bahkan baru pertama kali mengunjungi tempat ini.

“Secara tradisional kita sangat kaya raya, baik sisi pendidikan, ekonomi, alat tradisional, dan sebagainya. Orang tua dulu pernah menggunakan alat-alat tradisional, tetapi mereka bisa bertahan hidup. Saya baru menyadari itu. Hal ini yang harus generasi muda kita pelajari lagi,” katanya.

Peserta lainnya, Zahara Sabana Putri Linda, siswa SMA Negeri 3 Jayapura, mengharapkan hal serupa. Ia meminta Jubi agar menggelar pelatihan yang sama di sekolah-sekolah lainnya di Tanah Papua.

Dia juga baru mengetahui di Abepura ada museum. Oleh karena itu, dia berterima kasih kepada Jubi yang menggelar pelatihan jurnalistik dengan mengunjungi museum.

“Walaupun zaman dulu orang Papua belum berkontak dengan moderen, mereka mampu menciptakan noken, ukiran. Orang Papua sudah berada di zaman modern, maka kami harap peradaban lebih maju,” kata Zahara.

Menurut dia, mengunjungi museum merupakan kesempatan istimewa untuk mempelajari kebudayaan Papua.

“Saya bangga dan tentu hal ini memacu kami terus belajar,” ujarnya.

Lain halnya dengan Vira Maharani, siswa SMA Yapis Waena. Setelah melihat koleksi di museum, dirinya justru mendapat hal unik dan baru di sana.

“Kami berterima kasih kepada Jubi. Kami berterima kasih juga kepada orang-orang Papua yang telah menyelematkan benda-benda budaya ini,” ujar Vira.

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 3 Buper, Lis Anggia Budiarti, menilai kehadiran Jubi dapat membantu para siswa, terutama karena jurnalistik juga dipelajari di sekolah. Dengan mengikuti pelatihan, para siswa dapat mengetahui teknik penulisan artikel, editorial, feature, dan berita.

“Saya rasa hari ini pas sekali untuk siswa-siswi. Mereka belajar menulis, langsung mendapat ilmu dari ahli. Praktis mengetahui langsung ke lokasi yang dijadikan bahan,” katanya.

Lis mengatakan Jubi juga menjelaskan mengenai proses wartawan meliput berita, editor mengedit berita hingga sampai ke percetakan.

“Ini satu pengalaman berharga yang diketahui oleh anak-anak yang mengikuti kegiatan hari ini. Saya sebagai guru bahasa Indonesia sangat merasa terbantu dengan kehadiran Jubi. Kalau perlu sering-sering datang,” katanya.

Menurut dia, suatu kebanggaan bagi guru apabila melihat siswanya berhasil. Untuk mencapai keberhasilan itu tidak mudah.

“Saya berharap bahwa anak-anak yang mengikuti pelatihan ini bisa menjadi penulis yang baik. Kami ini generasi tua suatu saat akan tiada. Selanjutnya mereka pengganti kami dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik,” katanya.

Dia menuturkan selama ini banyak sekolah di kota Jayapura yang tidak berani naik ke SMA Negeri 3 Jayapura karena lokasinya jauh dari kota. Oleh karena itu, pelatihan jurnalistik di sekolah ini juga menjadikan kesempatan untuk memperkenalkan SMAN 3 Jayapura.

Editor Senior Koran Jubi, Dominggus Arnold Mampioper, mengatkan pelatihan digelar untuk menumbuhkembangkan minat siswa-siswi untuk menulis, sebab menulis bukan semata-mata tanggung jawab wartawan, tetapi juga semua kalangan, terutama generasi muda. Mereka dididik dan dilatih untuk menulis.

“Tujuannya agar mereka bisa melatih menulis atau menyelesaikan tugas-tugas,” katanya.

Dia berharap peserta terus menulis dan mempraktikkan apa yang didapat selama kegiatan tiga hari.

Indonesia berada di urutan ke-64 dari 65 negara yang diteliti soal peringkat literasi (membaca dan menulis). Dari tahun ke tahun bahkan peringkatnya tidak berubah.

“Dari tahun ke tahun ya peringkatnya itu-itu saja,” kata Kepala SMA Negeri Jayapura, Anton Djoko Martono.

Dia berharap agar pelatihan selama tiga hari menjadi bekal bagi para siswa. Meski tidak menjadi jurnalis, setidaknya pengalaman bersama kru Jubi menjadi bekal bagi mereka.

“Pengalaman menulis banyak manfaatnya,” kata Anton.

Dia bercerita, dua tahun lalu, jaringan internet putus karena gempa bawah laut di perairan Sarmi, sehingga perpustakaan sekolah ramai.

Tiap hari siswa-siswi ke perpustakaan. Oleh karena itu, pelatihan jurnalistik menjadi kesempatan untuk belajar menulis dan membaca, apalagi di sekolah yang dipimpinnya mempunyai kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dan fotografi.

Soal hoaks, dia mengajak para siswa pandai mencerna, konfirmasi, dan mengklarifikasi setiap informasi yang beredar. (*)

Editor: Timo Marten

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top