Follow our news chanel

Previous
Next

Menakar ketangguhan skuad Persipura, apa bisa juara?

Skuad Persipura usai berlatih di Stadion Mandala, 2019 lalu / Husain

 

Papua No.1 News Portal

Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura menatap lanjutan kompetisi Liga 1 2020 dengan situasi tak menguntungkan. Pasca kehilangan dua legiun asing, Arthur Cunha da Rocha dan Sylvano Comvalius, Persipura juga bakal tak diperkuat penjaga gawang utama, Dede Sulaiman dan striker muda Marinus Wanewar karena mengalami cedera serius.

Apa yang menimpa tim Mutiara Hitam ini akan jadi ujian berat bagi sang pelatih,Jacksen F. Tiago di tengah persiapan timnya menjelang lanjutan Liga 1 2020 yang hanya tersisa dua pekan saja. 

Tak hanya itu, situasi di masa pandemi juga sedikit tak berpihak bagi tim Persipura. Pasalnya, mereka harus berjuang tanpa disaksikan oleh pendukungnya sendiri di Stadion Gajayana, Malang. Kondisi ini jelas sangat merugikan klub kebanggaan masyarakat Papua. Padahal, mereka tengah berhasrat untuk bisa kembali merebut kejayaan di persepakbolaan Indonesia.

Namun, bagi seorang Jacksen, Persipura tetaplah Persipura. Kehilangan berapa pun pemain, skuad mereka tetap memiliki stok melimpah. Sekalipun hanya berisikan pemain muda. Dalam beberapa kesempatan, arsitek asal Brasil ini berulang kali menyatakan jika timnya punya materi pemain yang mumpuni. Jacksen sama sekali tak panik dengan kehilangan sejumlah pilarnya.

“Saya rasa, untuk saat ini tim kita masih punya skuad yang mumpuni, sehingga saya menilai pemain kita masih cukup. Untuk saat ini, saya belum berpikir untuk menambah pemain baru,” ujar Jacksen belum lama ini.

Sangat jauh berbeda jika kita membandingkan tim Persipura di masa keemasan skuad mereka pada saat berjaya di periode pertama Jacksen Tiago di Liga Super Indonesia, 7 hingga 11 tahun yang lalu.

Loading...
;

Tapi, Jacksen cukup sesumbar. Dia optimistis jika timnya bisa mendapatkan hasil positif dengan pemain seadanya. Setidaknya, itu yang terlihat ketika timnya berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya di laga pekan ketiga, Liga 1 2020, Maret lalu.

“Persiapan kita masih sama seperti saat kita menghadapi Persebaya di awal kompetisi beberapa waktu lalu,” kata Jacksen.

Kala itu, Persipura tak diperkuat oleh sejumlah pemain andalannya. Boaz Solossa, Ian Louis Kabes, Arthur Cunha, Ricardo Salampessy hingga Sylvano Comvalius. Lalu, bagaimana peta kekuatan skuad Persipura saat ini?

Kiper

Untuk posisi penjaga gawang atau kiper nampaknya tak membuat Jacksen panik. Meskipun baru saja kehilangan Dede Sulaiman karena cedera, Persipura masih punya tiga kiper bagus. Selain Fitrul Dwi Rustapa dan Mario Fabio Londok, ada sosok Gerri Mandagi yang merupakan rekrutan anyar.

Gerri merupakan kiper berpengalaman yang sudah malang melintang di sejumlah klub kontestan kompetisi sepakbola kasta tertinggi Indonesia. Terakhir, ia bermain untuk Mitra Kukar. Sementara Fitrul juga menunjukkan progres signifikan selama pemusatan latihan di Malang.

“Sejauh ini saya melihat Gerri dan Fitrul paling berpeluang besar untuk menggantikan Dede yang cedera,” ujar Gerson kepada Jubi belum lama ini.

Belakang

Di posisi bek, Jacksen juga nampaknya tak terlalu khawatir. Walaupun sepeninggal Arthur Cunha membuat stok lini belakang Mutiara Hitam jadi menipis, namun Persipura masih punya Ricardo Salampessy, Israel Wamiau dan Donny Monim. Muhammad Tahir dan bek muda, Brian Fatari juga bisa menjadi pilihan alternatif.

Sementara di posisi bek sayap, sejauh ini masih aman-aman saja. Yustinus Pae bersama Efraim Awes akan saling bergantian di pos sebelah kanan. Sedangkan di pos kiri, Jacksen punya tiga pilihan, ada Valentino Telaubun, David Kevin Rumakiek dan Imanuel Rumbiak.

Tengah

Jacksen merupakan juru taktik yang gemar dengan formasi 4-3-3 yang kadang bertransformasi menjadi 4-3-1-2, 4-1-3-2 dan 4-4-2. Tak hanya di Persipura, skema ini juga ia terapkan saat menukangi klub asal Kalimantan, Barito Putera.

Kegemarannya akan formasi tersebut punya alasan yang kuat. Latar belakang sebagai seorang Brasilian mungkin jadi salah satu faktornya, yang mana sepakbola berkarakter agresif, dominan, dari kaki ke kaki sangat lekat dengan skema tersebut.

Jika masih berpedoman pada skema kegemarannya, 4-3-3, Jacksen memang masih punya stok berlimpah. Lini tengah menjadi kunci untuk menjalankan strategi tersebut. Kembali lagi, ini yang terlihat saat mereka membungkam Persebaya, Maret lalu.

Lini tengah Persipura bisa dibilang paling komplit. Mereka punya 9 gelandang yakni Thiago Amaral, Takuya Matsunaga, Todd Rivaldo Ferre, Gunansar Mandowen, Muhammad Tahir, Fridolin Yoku, Ian Louis Kabes, Theofillo Numberi, hingga Patrick Womsiwor.

Depan

Lini depan Persipura setelah kehilangan Sylvano Comvalius dan Marinus Wanewar jelas menjadi sebuah kerugian. Pasalnya, Jacksen tak punya pilihan lain selain Boaz Solossa dan Ferinando Pahabol plus pemain muda minim pengalaman, Ahmad Yabkenyanan.

Tapi, bukan berarti Persipura bakal kehilangan daya gedor. Formasi kegemaran Jacksen, 4-3-3 punya kelebihan dari segi fleksibilitas. Di saat lini depannya mengalami kebuntuan, lini tengahnya bisa menjadi alternatif. Sekali lagi, ini yang terlihat saat mereka mengalahkan Persebaya. Kala itu, Persipura tidak memiliki seorang penyerang murni. Bahkan tiga dari empat gol kemenangan Persipura saat itu dicetak oleh pemain tengah.

Pasca kehilangan empat pemain, apa Persipura bisa membuat senang hati sang ketua umum, Benhur Tomi Mano (BTM) yang mematok target juara mereka di musim ini?

“Kita Persipura tetap menargetkan juara, itu target kita di setiap musim,” ujar BTM.(CR4)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top