Follow our news chanel

Mencari tarian pembuka dan penutup PON Papua 2020

Suasana Fokus Group Diskusi (FGD) Jubi yang dipandu redaktur pelaksana Jubi, Jein Bisay, di Hotel Horison, Kotaraja, Abepura-Jayapura, Jumat (26/7/2019) - Jubi/dam
Mencari tarian pembuka dan penutup PON Papua 2020 1 i Papua
Suasana Fokus Group Diskusi (FGD) Jubi yang dipandu redaktur pelaksana Jubi, Jein Bisay, di Hotel Horison, Kotaraja, Abepura-Jayapura, Jumat (26/7/2019) – Jubi/dam

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tinggal menghitung hari dan bulan Pekan Olaharga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang akan berlangsung di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua tepatnya di Stadion Papua Bangkit pada November 2020.

Memang kelihatannya pemerintah akan berjuang membangun venue karena sangat mendesak sehingga perlu dilengkapi secepatnya baik renovasi maupun membangun baru.

”Saya melihat perlu ada persiapan tarian pembukaan maupun penutup secara kolosal yang ditampilkan pelajar se Kota dan Kabupaten Jayapura,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo, saat ikut dalam fokus group diskusi Koran Jubi dan jubi.co.id, di Hotel Horison, Kotaraja Jayapura, Jumat (26/7/2019).

Dia menambahkan sebagai wilayah kabupaten di kota Sentani, merasa pantas untuk mengetahui sejauhmana keterlibatan warganya khususnya para pelajar yang akan ikut dalam tarian kolosal pembukaan dan penutupan.

“Persiapan tarian secara kolosal bukan pekerjaan gampang dan harus disiapkan jauh hari sebelum pembukaan PON 2020,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Vicha Sera, salah seorang peserta yang mewakili event organizer (EO) di Tanah Papua. Dia mengakui kalau pelaksanaan tarian massal harus melakukan persiapan jauh hari sebelum hari pembukaan.

Loading...
;

Lebih lanjut, jelas dia, yang dimaksud dengan EO adalah penyedia jasa profesional penyelenggara acara dan populer disebut dengan singkatan EO.

”Tujuan dari sebuah event organizer tentu saja adalah untuk membantu kliennya agar bisa menyelenggarakan acara yang diinginkan tanpa harus menjalankan sendiri,” katanya.

Vicha mengakui selama ini bila ada hajatan bersifat nasional biasanya pihak pemerintah pusat memakai EO dari Jakarta. Padahal, lanjut dia, EO di Papua sudah sangat mampu dan semua anak-anak asli Papua berada di belakang mendukungnya.

Sementara itu, Jimmy Afar, bapak batik dan seniman motif batik Papua, justru mengingatkan agar kalau mau memesan batik PON Papua harus berkoordinasi dengan pihaknya karena pihak luar Papua tak mengerti dan mengetahui motif-motif ukiran Papua.

“Coba bayangkan mereka membuat ukiran burung cenderawasih mirip burung merak. Dong kira cenderawasih dan merak sama kah. Jelas berbeda dan filosofinya pun tidak sama,” kata Afar.

Tarian Seka

Terpisah, kepada wartawan di Timika,  Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi, justru mengusulkan agar Tarian khas Suku Kamoro, Seka, menjadi tarian massal pembuka acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020.

Apalagi, lanjut dia, Kabupaten Mimika menjadi salah satu daerah pelaksana PON XX yang mempertandingkan sembilan cabang olahraga.  Dia meminta tarian Seka menjadi tarian pembukaan PON 2020.

Selain itu Menpora juga menyarankan agar noken menjadi tas resmi panitia dan atlet sebagai souvenir sekaligus sebagai penghormatan kepada hasil karya masyarakat Papua khususnya mama-mama noken.

Sekitar 10 ribu atlet dari 34 provinsi akan ambil bagian dalam PON XX tahun 2020 yang akan dilaksanana di Papua. Dari lima daerah penyelenggara, Kabupaten Mimika, kata Menpora  sebagai daerah pelaksana yang paling siap.

“Ada sembilan cabang olahraga yang akan dilaksanan di Mimika. Secara khusus Presiden berharap dapat berjalan dengan baik,” kata Menpora. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top