Follow our news chanel

Mendadak tinggalkan wawancara CBS News, Trump : pertanyaan yang sulit

Ilustrasi Donald Trump, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Presiden Donald Trump tiba-tiba pergi saat sedang diwawancarai oleh CBS News, ia menilai pertanyaan yang diajukan lebih sulit dan bias dibandingkan saat wawancara Joe Biden, pesaingnya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 3 November. Trump menyampaikan keluhan itu kepada koresponden CBS News Lesley Stahl untuk program 60 Minutes pada Selasa lalu,  kemarin sebelum meninggalkan sesi wawancara itu.

Dalam unggahan video rekamannya dengan Stahl di akun Facebook-nya pada Kamis, (22/10/2020) kemarin terlihat jika wawancara baru berlangsung sekitar 37 menit sebelum Trump tiba-tiba mengakhirinya.

“Saya sudah melihat keseluruhan wawancara anda dengan Joe Biden selama 60 menit. Dia tidak pernah mendapatkan pertanyaan yang sulit,” kata Trump dalam rekaman itu.

“Lihat bias, rasa benci, dan kekasaran atas nama ’60 menit’,” kata Trump melengkapi unggahannya tersebut.

Baca juga :  Donald Trump tambah dana kampanye saat kalah survei dengan rivalnya 

Pengamat sebut China diuntungkan jika Trump kembali jadi presiden 

Loading...
;

Pilpres AS semakin memanas, Michelle Obama sebut Trump rasis dan picu ketakutan

Langkah Trump yang mengunggah rekaman wawancara secara lengkap diprotes oleh CBS News yang baru menayangkan wawancara ini pada Minggu besok.

CBS News menilai Gedung Putih melanggar kesepakatan. Alasannya sudah ada kesepakatan jika rekaman wawancara itu sebatas digunakan untuk arsip. Belum ada tanggapan dari Gedung Putih terkait protes ini.

“Keputusan Gedung Putih yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengabaikan persetujuan dengan CBS News dan merilis rekaman mereka tidak akan menghalangi ’60 Minutes’ untuk memberikan laporan yang lengkap, adil dan kontekstual yang telah diikuti oleh presiden selama beberapa dekade,” kata CBS News dalam sebuah pernyataan dikutip CNN, Jumat, (23/10/2020).

Proses wawancara itu dimulai dengan Stahl menanyakan kepada presiden apakah dia siap dengan pertanyaan sulit. Trump menjawab jika ia ingin Stahl bersikap adil.

Setelah itu sepanjang wawancara Trump banyak menuduh pertanyaan Stahl bias. Ia mengatakan kepada Stahl bahwa memulai wawancara dengan menanyakan apakah siap untuk pertanyaan sulit bukanlah cara yang tepat untuk berbicara.

Menjelang akhir wawancara, seseorang di luar kamera kemudian memberi tahu Trump bahwa Wakil Presiden Pence siap untuk ikut wawancara bersama dengannya yang dijadwalkan dilakukan setelah wawancara solo.

“Yah, menurutku kita sudah cukup,” kata Trump. “Kurasa wawancara kita sudah cukup di sini. Oke? Itu cukup. Ayo pergi, ayo pergi.” (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top