Mengadu ke DPRP, agen minyak tanah justru memanen keluhan

Ilustrasi warga antri minyak tanah – Dok. Jubi
Mengadu ke DPRP, agen minyak tanah justru memanen keluhan 1 i Papua
Ilustrasi warga antri minyak tanah – Dok. Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Salah satu agen minyak tanah di Kabupaten Mimika, Papua, LB protes karena kuota minyak tanah untuknya dikurangi Pertamina. Sang agen pun mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua. Akan tetapi, pengaduannya justru memanen protes dan keluhan dari sejumlah pihak di Kabupaten Mimika.

LB sudah menjadi agen minyak tanah Pertamina sejak 2012 lalu, dan awalnya memiliki kuota untuk menyalurkan 210 kiloliter minyak tanah per bulan. Namun sejak 2015, kuota minyak tanah untuknya dikurangi hingga tersisa 140 kiloliter per bulan.

Hal tersebut membuat wanita pemilik CV FF itu mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Senin (1/4/2019), dan bertemu anggota Komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Yonas Nusy. “Pengurangan kuota itu tanpa sepengetahuan saya,” kata LB usai bertemu Yonas Nusy.

Ia menduga pengurangan kuota minyak tanah untuknya karena ada penambahan agen minyak tanah Pertamina di Mimika. Padahal, kata LB, ia memutuskan menjadi agen minyak tanah Pertamina setelah mendapatkan jaminan bahwa jumlah agen minyak tanah di Kabupaten Mimika dibatasi tiga agen. “Tapi Pertamina Jayapura (Region VIII Maluku-Papua) menambah agen. Makanya saya bertemu anggota DPR Papua agar dipertemukan dengan pihak Pertamina di Jayapura,” ucapnya.

Yonas Nusy yang menemui LB ingin Pertamina mengembalikan kuota minyak tanah untuk Lisbeth Bleskadit seperti semula, karena agen itu melayani 12 distrik di Mimika. “Kami meminta Pertamina tidak sepihak memangkas kuota kepada agen, jika memang memiliki niat baik membina orang asli Papua dalam pengembangan ekonomi,” kata Nusy.

Ia tidak ingin hal-hal seperti itu dialami pelaku ekonomi asli Papua yang ingin dalam berbagai bidang usaha. “Kami akan terus mengawal masalah ini sampai ada kejelasan,” ucapnya.

Loading...
;

Unit Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Brasto Galih Nugroho ketika dikonfirmasi Jubi mengatakan, pengurangan kuota minyak tanah bagi LB merupakan bentuk pembinaan agen Pertamina. Ia menyatakan, sebelum pengurangan kuota minyak tanah dilakukan, agen bersangkutan telah diberitahu Pertamina.

“Kalau sanksi pembinaan, tentu gak perlu persetujuan agen. Itu sudah sesuai kontrak pertamina dan agen,” kata Brasto via pesan singkatnya.

Pengaduan LB ke DPRP justru memunculkan pihak yang menyatakan dirugikan oleh LB. Salah satu warga Kabupaten Mimika, Etty, justru menyatakan berencana mengadukan LB ke polisi karena dianggap tidak menjalankan perjanjian kerjasama untuk memasok minyak tanah bagi pangkalan minyak tanah milik Etty.

Etty menyatakan dirinya membuat perjanjian bisnis dengan LB senilai Rp65 juta. Dari jumlah itu, senilai Rp50 juta merupakan uang administrasi, dan Rp15 juta sisanya merupakan uang pembayaran 5.000 liter minyak tanah pada kontrak tiga bulan pertama (Januari-Maret 2019). Etty telah mentransfer biaya administrasi senilai Rp50 juta itu melalui bank, dan telah membayar tunai uang pembayaran 5.000 liter minyak tanah senilai Rp15 juta tersebut.

“Mestinya Februari 2019 minyak itu sudah masuk ke pangkalan saya. Namun hingga kini tak sekalipun LB memasok minyak tanah itu. Setelah semua proses sudah selesai, saya hubungi dia. Dia malah marah-marah. Saya punya bukti transfer bank dan perjanjian kontrak kerja kami.  Saya akan meneruskan kasus ini ke ranah hukum,” ujar Etty.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mimika, Bernadius Songbes beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan mencabut izin dan menutup CV FF karena banyak melakukan pelanggaran yang merugikan pemilik pangkalan minyak tanah di wilayah itu. Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Mimika bahkan telah menyurati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Hingga berita ini diturunkan pada Selasa (2/4/2019), jubi belum memperoleh tanggapan balik LB atas keluhan Etty dan pernyataan Songbes itu.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top