HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mengaji dengan metode qiraati berkembang di Papua

Ustaz Riyanto (belakang, tengah) bersama para wisudawan santri metode qiraati TPQ Al Mukminin, Biak, Minggu (15/12/2019) – Antara/Muhsidin.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Biak, Jubi –   Belajar membaca Alquran dengan metode qiraati diklaim berkembang pesat di Papua dan Papua Barat. Metode tersebut digunakan para santri di berbagai lembaga pendidikan quran (TPQ).

“Dalam kurun waktu enam tahun sejak 2013, metode qiraati berkembang sangat pesat di kalangan santri. Mereka dapat mahir membaca Alquran dengan tajwid yang benar, dan fasih membaca huruf hijaiyah,” kata Koordinator Metode Qiraati Biak Numfor Ustaz Riyanto, seusai wisuda santri TPQ Masjid Almukminin, Minggu (15/12/2019).

Dia menyebut metode qiraati saat ini diajarkan di sejumlah TPQ di Biak Numfor, Supiori, Merauke serta Kabupaten dan Kota Jayapura. Metode serupa juga akan dikembangkan di Nabire dan Fakfak dalam waktu dekat.

“Metode qiraati mampu memberi kelancaran dalam membaca Alquran yang baik dan benar. Sebagian anak sangat menguasai teknik membaca (mengaji) dengan tartil dan hukum tajwid,” ujar Riyanto.

Menurutnya, mempelajari metode qiraati hanya membutuhkan waktu selama satu jam setiap hari. Teknik penguasaannya dikenal dengan istilah M3, yakni mangap, meringis, dan mecucu (memajukan bibir atas dan bawah secara bersamaan).

“Metode qiraati dapat diajarkan kepada siapa pun. Namun, guru yang mengajarkannya harus menjalani pelatihan khusus berupa teknik mengajar dan pengenalan sistem pembelajaran di kelas,” jelas Riyanto. (*)

Loading...
;

 

Editor: Aries Munandar

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top