Mengalir ke mana – mana, ini temuan lain penggunaan uang korupsi Bansos Covid-19

Dugaan Korupsi, Papua
Foto Ilustrasi, penyelidikan kasus korupsi - pixabay.com

apua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Penelurusan Majalah Tempo edisi Minggu (20/12/2020) menemukan dugaan dana hasil korupsi bantuan sosial atau Bansos Covid-19 untuk berbagai keperluan pribadi. Di antaranya untuk menyewa jet pribadi. Menteri Sosial Juliari Batubara kala itu diduga membayar sewa jet pribadi yang digunakan saat pergi ke luar kota.

“Biaya sewa pesawat itu berkisar Rp 40 juta per jam. Dia diduga menggunakan pesawat itu saat berkunjung ke Kendal (Jawa Tengah), Medan, Bali, dan Malang,” tulis laporan itu.

Berita terkait : Jaringan organisasi penyandang disabilitas sebut ada dugaan penyimpangan Bansos 

Buruh perempuan sulit memenuhi kebutuhan karena tak dapat Bansos 

Aliran suap Bansos diduga ke partai, ini pernyataan pimpinan PDIP

Selain untuk sewa pesawat, uang hasil korupi pemotongan dana paket bantuan sosial itu diduga juga mengalir untuk memenangkan calon kepala daerah.

Loading...
;

Tercatat KPK menetapkan Juliari Batubara, dua pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta dua pengusaha Harry van Sidabukke dan Aridan Iskandar menjadi tersangka. KPK menduga Juliari menyunat Rp10 ribu dari tiap paket pengadaan Bansos Covid-19 seharga Rp300 ribu. Total duit yang diduga telah diterima sebanyak Rp17 miliar.

Dalam laporan majalah Tempo itu juga mengungkap ungkap aliran korupsi Bansos Covid-19 ke pejabat hingga putra presiden.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Menteri Sosial nonaktif Juliari Batubara menggunakan dana hasil korupsi bantuan sosial atau Bansos Covid-19 untuk berbagai keperluan pribadi.

“Untuk membayar keperluan pribadi JPB,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, saat konferensi pers penetapan tersangka kasus ini, Minggu, (6/12/2020).

Pengacara Juliari, Maqdir Ismail mengatakan belum bisa memberikan tanggapan soal upeti yang diduga dan disalurkan tersebut. “Mohon maaf, saya tidak bisa menjawab pertanyaan karena saya belum bisa berkomunikasi dengan Pak Juliari P. Batubara,” kata Ismail. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top