Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mengangkat kembali peran pendidikan YPK

Ketua PSW YPK, Barnabas Watofa (kanan), dan alumnus Yuni Wonda (kiri) – Jubi/Titus Ruban
Mengangkat kembali peran pendidikan YPK 1 i Papua
Ketua PSW YPK, Barnabas Watofa (kanan), dan alumnus Yuni Wonda (kiri) – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

YAYASAN Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua berusia 57 tahun pada Jumat, 8 Maret 2019. YPK yang melahirkan dan mengelola sejumlah lembaga pendidikan di Tanah Papua merupakan perpanjangan tangan dari Pekabaran Injil 5 Februari 1855.

Para zendeling dan pemrakarsa berdirinya Gereja Kristen Injil (GKI) di Tanah Papua kala itu menyebutkan bahwa pendidikan adalah pilar utama perkembangan Kekristenan.

Mengangkat kembali peran pendidikan YPK 2 i Papua

Dengan alasan itulah GKI di Tanah Papua menerima penyerahan tanggung jawab penyelenggaraan tugas pendidikan Kristen dari Zending melalui pendirian sebuah yayasan (stichting: bahasa Belanda) yang diberi nama YPK pada 8 Maret 1962.

Sayang karena penyelenggaraan pendidikan sekolah-sekolah YPK di Tanah Papua banyak yang tidak berjalan dengan baik. Akhirnya sejumlah sekolah YPK diambil alih pemerintah dan berganti menjadi sekolah inpres atau sekolah negeri.

Akibatnya, Kurikulum Pendidikan Kristen dan buku-buku ajar diganti dengan kurikulum nasional. Bahkan hampir seluruh lagu anak karangan I.S. KIjne dilarang lagi dinyanyikan sejak zaman peralihan pemerintahan hingga saat ini. Sebuah tantangan besar bagi YPK secara khusus dan GKI di Tanah Papua secara umum.

Lahirnya Undang-Undang No. 21/ 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, khususnya Pasal 56 dianggap peluang bagi YPK untuk bangkit. Sebagai organisasi masyarakat sipil, YPK mestinya bisa mendapat subsidi dari pemerintah daerah di Tanah Papua untuk memajukan pendidikan di Tanah Papua.

Loading...
;

Tahun ini, memperingati 57 tahun, YPK mengusung tema “Ajarlah mereka melakukan kehendak ku” (Matius 28:19-20). Subtema adalah “Melalui hari jadi 57 tahun YPK di Tanah Papua kita tingkatkan pelayanan pendidikan secara demokratis, kreatif, dan inovatif”.

Ketua Pendidikan Sekolah Wilayah (PSW) Nabire, Barnabas Watofa, mengatakan tantangan YPK saat ini adalah tidak menciptakan guru.

“Ini satu kekurangan, baik oleh gereja maupun yayasan,” ujarnya.

Nabire, katanya, tidak memanfaatkan Kolese Pendidikan Guru (KPG) sebagai lembaga pencetak guru. Padahal jika setiap jemaat mengirim satu anak untuk bersekolah di KPG, maka peluang untuk memiliki guru di YPK akan dipenuhi. Akibatnya guru YPK banyak dipenuhi guru negeri.

Menurutnya, jika gereja mengirim 10 hingga 20 anak per tahun, maka lima tahun ke depan YPK tidak akan kekurangan guru.

Watofa mengatakan selama tiga tahun YPK tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, terutama melalui dana Otsus. Padahal 90 persen anak-anak Papua mengenyam pendidikan di YPK.

“Bantuan dari masyarakat bisa dikatakan juga nihil, biasanya dalam bentuk lobi-lobi PSW dan adat untuk mendapatkan lokasi bangunan sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, seharusnya pemerintah mengambil kebijakan dalam membela rakyat kecil, terutama rakyakt Papua, dengan mengarahkan dana Otsus untuk menolong mereka dari ketertinggalan dan kebodohan melalui pendidikan.

YPK, katanya, sudah merangkul alumni untuk memberikan masukan untuk perkembangan YPK ke depan. Salah satu adalah seminar alumni untuk memberikan pokok-pokok pikiran kepada YPK dalam pelayanannya.

PSW Nabire memiliki wilayah kerja di tiga klasis dan tujuh kabupaten, yaitu Nabire, Dogiyai, Deyei, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya dengan 35 sekolah. Sekolah umumnya berada di Nabire pesisir dan pulau, yaitu 15 PAUD/TK, 17 SD, 2 SMP, 1 SMA, dan 1 SMK. Lainnya 1 SD di Paniai 1 SD dan 1 SD di Deyai.

Watofa mengatakan terkait perayaan pihaknya merangkul semua elemen agar potensi YPK bisa berkontribusi untuk kemajuan yayasan tersebut. Ia berharap gereja pendiri ikut YPK.

“Bagi gereja pendiri diharapkan jangan hanya berkotbah saja, tetapi iman harus dibarengi dengan pelaksanaan pembangunan di dunia pendidikan, khususnya YPK,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Daniel Maipon, mengatakan YPK telah berhasil mengangkat harkat dan martabat orang Papua dari ketertinggalan dan memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan sumber daya manusia di Papua.

YPK, katanya, ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, memerangi kebodohan dan keterbelakangan yang keberhasilannya merupakan dukungan semua elemen.

“Pemerintah terus mendorong dan memberikan dukungan penuh untuk pemerataan pendidikan,” katanya.

Namun ia mengakui saat ini semua daerah, termasuk Nabire kekurangan guru yang sangat tinggi dan juga sarana prasarana. Bahkan di Nabire jumlah guru honorer sama dengan guru PNS.

“Namun kita akan berupaya untuk memberikan sertifikasi kepada guru dan mencarikan solusi persoalan ini,” katanya.

Maipon berharap YPK menjadikan momentum ulang tahun ke-57 sebagai wahana evaluasi berbagi kegiatan yang telah dan belum dilaksanakan.

“Sehingga ke depan semua program kerja yang direncanakan dapat diselesaikan dengan baik demi pelayanan terhadap umat,” ujarnya.

Alumnus YPK, Yance Rumbino, yang juga pensiunan guru menilai ada perbedaan perkembangan YPK saat ini dengan sebelumnya. Pada zaman Belanda YPK di Sekolah Rakyat mengajarkan keutamakan tiga faktor, yaitu pendidikan moral, pendidikan kesehatan dan kebersihan, serta pendidikan intelektual.

“Misalnya untuk pendidikan moral bukan untuk mencari murid yang pintar, tetapi mencari murid yang moral dan mentalitasnya baik, karena orang yang baik pasti pintar, tapi orang pintar belum tentu baik,” katanya.

Itulah salah satu motto YPK, sehingga setiap alumni YPK harus mengikuti, dari anak yang bermoral kreatif dan inovatif, setelah itu baru mengejar kepintaran.

“Di sekolah YPK sekarang pendidikan moral hampir sudah tidak nampak, bahkan berkurang, yang ada adalah pendidikan pengetahuan,” ujarnya. (*)

Editor: Syofiardi

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top