Follow our news chanel

Previous
Next

Mengenal para presiden Bougainville Autonomy Governement

Joseph Kabui- (1954-2008) Presiden Pertama Bougainville-Jubi/ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemimpin wilayah otonomi di Bougainville disebut presiden dan didukung pula oleh para menteri dan legislative di parlemen Autonomy Bougainville Givernent (ABG). Presiden pertama wilayah otonomi Bouagainville adalah Joseph Kabui yang memerintah sejak 15 Juni 2005 sampai 7 Juni 2008. Pemimpin Partai Konggres Rakyat itu tak menyelesaikan pemerintahannya hingga lima tahun, karena menderita penyakit serangan jantung.

Joseph Canisius Kabui lahir 1954 di Buka, ibukota Bougainville, sebelumnya ia pemimpin pejuang kemerdekaan Tentara Revolusioner Bougainville (BRA) sekaligus sebagai pemimpin Partai Konggres Rakyat Bougainville.

Baca juga : Presiden baru Bougainville siap pimpin menuju kemerdekaan 

Ismael Toroama : dialog dan persiapan ratifikasi “Bougainville Merdeka” 

Toroama menang pemilu Bougainville

Saat Bougainville mendapat otonomi khusus pada Juni 2005,  Kabui terpilih sebagai Presiden dengan suara mayoritas, memenangkan 38.000 dari 69.385 suara.  Ketika memerintah, ia memberi hak akses sebesar 70 persen sumber daya mineral Bougainville kepada sebuah perusahaan Kanada.

Loading...
;

Tak heran mantan pejuang BRA itu mendapat kritik secara luas karena kebijakan yang diumumkan pada 2008 itu tanpa diskusi di parlemen Bougainville.

Kabui meninggal saat menjalani perawatan di Buka, sebelumnya sudah dirawat di Brisbane Australia.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa -Bangsa Ban Ki-moon menyebut Kabui sebagai “mediator yang terampil dan pembawa damai yang memiliki minat tulus terhadap masa depan rakyat Bouagainville.

Sebelumnya PNG membentuk pemerintahan otonomi Bouagainville dengan nama Provinsi Solomon Utara, Joseph Kabui menjadi Perdana Menteri (1987-1989) hingga akhirnya bubar setelah konflik Bougainville, lahirlah Autonomi Bougainville Government dengan format baru presiden dan kabinetnya.

Tercatat Bouagainville  dipimpin wakil Presiden John Tabinaman sepeninggal Presiden Kabui. John Tabinaman yang langsung dilantik menjadi presiden hanya memimpin selama setahun (2008-2009) kemudian dilanjutkan oleh James Tanis pada 10 Juni 2010 sampai dengan 10 Juni 2015.

Pemimpin berusia 55 tahun itu digantikan oleh tokoh senior Bougainville John Momis pada 10 Juni 2015 hingga 25 September 2020.

Presiden John Momis berusia 78 tahun, dari partai Bougainville Baru merupakan presiden ketiga. Ia  merupakan tokoh nasional PNG karena bersama Michael Somare telah memerdekakan PNG pada 16 September 1975.

Momis pernah menjabat menteri dalam kabinet nasional PNG dan menjabat duta besar PNG di Republik Rakyat Tiongkok. Jelang masa akhir kepemimpinan politisi nasional PNG dan Bougainville itu mengtakan  kesuksesan proses perdamaian Bougainville sejauh ini adalah berkat persatuan, kreativitas, dan produktivitas masyarakat Bougainville.

“Kita sangat beruntung, meskipun kita menghadapi banyak tantangan, tetapi kita juga sangat kreatif, produktif, dan meskipun banyak perbedaan diantara kita, kita telah bekerja bersama-sama dan berhasil memperoleh begitu banyak capaian,” katan John Momis dilansir Post Courier, sebuah media terbesar di PNG.

Kini tampuk pemerintahan di ABG kembali kepada salah seorang mantan pentolan dan pejuang Bougainville Revolutioner Army (BRA) Ishmael Toroama dari Partai United Bougainville Front.

Tugas berat Presiden Bougainville ke depan jelas berkonsultasi dengan parlemen PNG dan pemerintah PNG untuk masa depan dan hasil referendum rakyat Bougainville yang minta merdeka. Tentunya Presiden Ishmael akan memperjuangkan hasil ratifikasi referendum kepada pemerintah PNG dan parlemen di Port Moresby, PNG.

Mantan presiden Momis  menyinggung konsultasi mengenai hasil referendum Bougainville dengan pemerintah pusat Papua Nugini sangat perlu.

Dia menyebut Perdana Menteri PNG, James Marape, sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab yang mengakui isu Bougainville sebagai isu nasional. Momis mendorong kedua pemerintah untuk terus bekerja sama

Tercatat sejumlah partai politik di Bougainville mendaftar mengikuti kampanye presiden, di antaranya Partai Bougainville yang didirikan mantan presiden pertama Joseph Kabui, Partai Konggres Bougainville (BPC), Bouaginville People Aliance Party, Partai United Bougainville Front, Partai Indegenous Democratic Party dan Bougainville Republican Party. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top