Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mengenal tradisi noken di Suku Arfak (bag. I): Melestarikan monga, merawat budaya dan lingkungan

Perempuan Arfak menunjukkan Monga hasil rajutan mereka – Jubi/Hans A Kapisa
Mengenal tradisi noken di Suku Arfak (bag. I): Melestarikan monga, merawat budaya dan lingkungan 1 i Papua
Perempuan Arfak menunjukkan Monga hasil rajutan mereka – Jubi/Hans A Kapisa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

MONGA menjadi salah satu warisan budaya yang kaya filosofi di Suku Arfak. Keberadaannya begitu lekat bahkan nyaris tidak bisa dipisahkan dalam keseharian suku asli di Manokwari tersebut.

Monga merupakan sebutan untuk noken dalam Bahasa Arfak. Kerajinan ini dihasilkan dari sentuhan tangan perempuan-perempuan Arfak. Mereka dengan tekun merajut helai demi helai benang hingga berbentuk menyerupai tas.

“Monga merupakan rajutan tangan mama-mama Suku Arfak. Mengenakan monga berarti menghargai mama atau perempuan yang melahirkan generasi Suku Arfak,” kata Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroi, di Distrik Minyambouw, pekan lalu.

Saroi mencanangkan monga sebagai warisan budaya Suku Arfak. Warga, termasuk pegawai pemerintah dan pelajar diajak mengenakan monga dalam beraktivitas sehari-hari.

Dia juga memperkenalkan istilah untuk menyebut dua jenis monga, yakni noken mama dan anak noken. Noken mama merupakan monga berukuran besar, dan biasa dipakai saat berkebun. Adapun anak noken merupakan monga berukuran lebih kecil, biasa dikenakan saat ke kantor atau ke sekolah, dan sebagai kantong Alkitab.

“Monga ibarat ibu yang mengandung. Jadi, saya tetapkan sebutan noken mama dan anak noken untuk menghargai warisan budaya dan perempuan Arfak,” ujar Saroi.

Loading...
;

Keberadaan monga juga bertalian dengan peradaban baru bagi Suku Besar Arfak. Budaya ini berkembang sejalan dengan pekabaran Injil. Para misionaris perintis Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) memperkenalkan seni merajut kepada masyarakat di Pegunungan Arfak.

“Selain mengajarkan Kekristenan (menyebarkan agama), para misionaris mengajarkan seni merajut. Dari situ mulai tumbuh peradaban (baru) Suku Besar Arfak, yakni sekitar 100 tahun setelah masuknya Injil di Pulau Mansinam,” jelas Saroi.

Ramah lingkungan

Saroi mencermati ada momentum bagus saat ini. Kampanye dan gaya hidup mengurangi penggunaan kantong plastik bisa menjadi pintu masuk untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi monga.

Saroi menilai penggunaan monga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Karena itu, dia mencita-citakan kabupaten yang dipimpinannya bisa terbebas dari sampah dan penggunaan kantong plastik.

“Pemakaian monga lebih ramah lingkungan karena bisa mengurangi sampah plastik.”

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyambut positif komitmen Saroi dalam membudayakan kembali penggunaan monga. Mandacan berharap pencanangan tersebut segera diimplikasikan dalam program kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Arfak dan diregulasikan bersama DPRD setempat.

Menurutnya regulasi daerah dibutuhkan sebagai payung hukum untuk melindungi pelestarian monga.

“Sebagai Kepala Suku Besar Arfak, saya bangga bisa menjadi pemimpin karena monga. Dari sisi budaya maupun kaitannya dengan penginjilan yang membawa perubahan bagi Suku Besar Arfak.”

Mandacan mengatakan pelestarian monga atau noken juga dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Salah satunya ialah dengan mewajibkan pegawai mereka mengenakan noken pada hari-hari tertentu.

Dukungan terhadap pelestarian monga juga datang dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise. Perempuan asal Papua tersebut mendesak Pemprov Papua Barat dan Pemkab Pegunungan Arfak merancang peluang pasar noken untuk memberdayakan kaum perempuan.

“Gubernur dan bupati sudah berkomitmen untuk membudayakan noken sebagai warisan sejarah dan simbol penghargaan terhadap perempuan Arfak. Namun, sisi eknonomi juga harus dipenuhi (diperhatikan). Harus ada pasar khusus di ibukota provinsi yang menampung dan menjual hasil rajutan mama-mama Arfak,” kata Yembise. (*)

Editor: Aries Munandar

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top