Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mengganti kartu dengan logo GPN

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua dan perbankan Papua menggelar kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sejak 21 Agustus 2018. Selama sepekan penukaran kartu berlogo GPN diselenggarakan di tiga titik di wilayah Jayapura, Papua.

Seberapa penting menukar kartu dengan yang berlogo GPN? Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Papua, Joko Supratikto, mengatakan ada keuntungan konsumen pengguna kartu berlogo GPN.

Mengganti kartu dengan logo GPN 1 i Papua

Pertama, koefisiensi biaya antar instansi perbankan, karena masyarakat dapat melakukan transaksi di semua kanal pembayaran di seluruh Indonesia. Kedua, keamanan data di mana dulunya diproses di luar negeri dengan Visa atau Mastercard, kini masyarakat terjamin keamanannya dalam bertransaksi karena fitur yang terstandardisasi, di samping seluruh prosesnya dilakukan melalui jaringan domestik.

“Yang terpenting keamanan dan kenyaman nasabah itu sendiri,” ujarnya.

Manfaat lain, kata Joko, penuruan Merchant Discount Rate (MDR) yang semula berkisar antara 2 persen sampai 3 persen menjadi hanya 1 persen.

“MDR adalah beban merchant sehingga tidak diperkenankan untuk dibebankan kembali kepada nasabah,” ujarnya.

Loading...
;

Bagi bank, kata Joko, kehadiran GPN dapat memperluas akseptasi nasabahnya melalui kemudahan akses terhadap seluruh kanal pembayaran.

“Bank tidak perlu berkompetisi menyediakan infrastruktur kanal pembayaran, sehingga dapat lebih leluasa dan fokus dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya,” katanya.

Ia menjelaskan syarat penukaran debit dengan kartu berlogo GPN sangat mudah di setiap perbankan. Pemilik kartu ATM/Debet bisa langsung menukarkan kartunya menjadi kartu berlogo GPN di kantor-kantor cabang perbankan bersangkutan.“Syaratnya membawa dokumen kartu identitas, kartu ATM/Debet, dan buku tabungan,” ujarnya.

Joko mengatakan target realitas penukaran kartu ke GPN oleh masyarakat di Papua, sama dengan target nasional, yaitu 30 persen pengguna di tiap perbankan. Misalnya untuk Bank Papua 30 persen nasabahnya yang menggunakan kartu debit atau ATM/kartu kredit minimal 30 persen telah mengganti kartu ke GPN.

“Tetapi secara umum target penggantian kartu harus selesai pada 2022, dimana tercatat data nontunai sekitar 170 juta kartu yang ada beredar di Indonesia dilakukan di luar negeri,” ujarnya.

Direktur Bisnis Bank Papua, Sadar Sebayang, mengatakan hingga 24 Agustus 2018 jumlah kartu ATM/Debit Chip Bank Papua sebanyak 54.556. Jumlah kartu ATM/Debit Chip Belogo Nasional (GPN) Bank Papua sebanyak 25.118. Sedangkan total kartu yang beredar sebanyak 443.441 atau implementasi kartu ATM/Debit Chip Bank Papua Belogo Nasional (GPN) sebesar 5,66 persen dari total kartu yang beredar.

“Bank Papua akan melakukan beberapa strategi pemasaran untuk mempercepat proses penukaran kartu dengan melakukan sosialisasi langsung ke instansi-instansi pemerintah, melakukan open counter, pemberian hadiah undian dan beberapa cross program lainnya yang dapat menarik minat nasabah untuk segera melakukan penukaran kartu lamanya,” ujarnya.

Untuk dapat tetap memenuhi kebutuhan nasabah Bank Papua yang ingin bertransaksi di luar negeri dengan menggunakan kartu ATM/Debit VISA Bank Papua, Bank Papua melakukan pengembangan sistem dua kartu.

“Di mana nanti rekening nasabah dapat diakses oleh dua kartu ATM/Debit, nasabah dengan leluasa dapat memilih untuk mengaktifkan kartu ATM/Debit GPN Bank Papua sebagai primary card (kartu utama) dan kartu ATM/Debit VISA Bank Papua sebagai secondary card (kartu kedua) untuk dapat digunakan bertransaksi di luar negeri,” ujarnya.

Bank Papua memastikan per tanggal 1 Januari 2022 seluruh nasabah Bank Papua telah memiliki

paling sedikit satu kartu ATM/Debit Bank Papua dan satu kartu ATM/Debit Bank Papua berlogo nasional.

Sebayang mengharapkan masyarakat mendapatkan kemudahan untuk melakukan transaksi pembayaran pada seluruh kanal pembayaran (EDC) yang tersedia dari bank manapun di Indonesia, sehingga akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. Selain itu dengan GPN keamanan data lebih terjaga karena seluruh proses dilakukan di dalam negeri melalui jaringan domestik.

“Kami mengimbau seluruh nasabah Bank Papua pemegang kartu ATM/Debit Bank Papua yang lama agar segera melakukan penukaran kartu ke kartu ATM/Debit GPN Bank Papua di kantor-kantor cabang terdekat,” katanya.

Johan, pegawai swasta di Jayapura pengguna kartu Debit Bank Papua mengibaratkan penggunaan kartu Debit yang dimilikinya laksana air, karena setiap aktivitasnya selalu menggunakan kartu ATM/Debit.

“Dengan GPN akan lebih memperingan keuangan, sebab seelumnya harus membayar mahal tiap transaksi ke perbankan lainnya, kini tidak perlu bayar banyak, semakin bisa sering pakai di EDC bank lainnya,” ujarnya.

Sementara Firman nasabah BNI mengaku tidak perlu buru-buru menukar kartu, sebab masih banyak waktu akhir target kartu GPN.

“Kemarin mau sih, tapi sayangnya ada gangguan sehingga jadi malas lagi keluar, bukan anti GPN, masih banyak waktu kapan-kapan bisa langsung datang ke kantor cabang terdekat,” ujarnya.

Ia mengatakan baru akan mengetahui manfaat GPN jika kartunya telah diganti. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top