Mengingat setahun Batas Batu, dua tahun operasi Militer Nduga

papua-batasbatu-operasimiliter-nduga-
Spanduk yang dibentangkan saat doa dan pemasangan lilin bersama Mahasiswa Nduga Di Kota Studi Jayapura (Jubi/IST)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Nduga, kota studi Jayapura menggelar doa dan pemasangan lilin bersama memperingati 1 tahun peristiwa penembakan seorang sopir truk pada 19 Desember 2019 di Batas Batu, Kabupaten Nduga. Sekaligus peringatan dua tahun operasi militer Nduga sejak 2 Desember 2018.

“19 Desember 2019, Hendrik Lokbere ditembak. Hari ini, Sabtu genap satu tahun,”ungkap Bheny Murib, salah satu mahasiswa kepada jurnalis Jubi melalui rekaman suara saat doa bersama pada 19 Desember 2020 malam di Abepura, Kota Jayapura.

Kata dia, pihaknya juga memperingati dua tahun operasi militer di Nduga, sejak 2 Desember 2018. Operasi Militer dimulai setelah pasukan TPNPB-OPM menyadera 24 karyawan dan membunuh 17 karyawan PT Istaka Karta di gunung Kabo, Kabupaten Nduga.

Kata dia, operasi itu menyebabkan sejumlah warga sipil tewas, termasuk Hendrik Lokbere, ribuan lainnya mengungsi. Mereka meninggalkan rumah dan isinya, kebun dan ternak mereka begitu saja, hingga Hari ini.

“Sebagian masih mengungsi. Mereka yang lain kembali tetapi tidak pernah hidup aman seperti dulu. Rasa takut yang menguasai,”.

Peringatan, doa bersama dan pemasangan lilin merupakan simbol dan pesan untuk dunia, bahwa orang Nduga tidak pernah lupa akan penderitaannya.

“Kami juga hendak mengirim pesan kepada publik jangan lupa karena pemerintah belum menyelesaikan semua kasus di Nduga ini, seakan-negara Indonesia menyembunyikan kejahatannya terhadap masyakat sipil di Nduga dan OAP,”ungkapnya.

Loading...
;

Menurutnya, kekerasan dan apa yang dialami orang Nduga, akan menjadi sejarah hidup dan memori kolektif orang Nduga. Perlu proses penyelesaian yang serius dan menyeluruh demi kemanusiaan manusia Nduga dan Papua.

Wheko Kogoya, salah seorang keluarga korban mengatakan, dirinya mewakili para korban meminta pemerintah menyelesaikan kasus Nduga, dengan membebaskan orang Nduga yang tertekan secara psikologis akibat kehadiran militer.

“Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo segera tarik militer di Kabupaten Nduga, karena adanya militer, masyarakat Nduga tidak ada kehidupan yang seperti dulu,”ungkapnya.

Kata dia, bulan Desember adalah momentum tepat bagi pemerintah memulai proses pemulihan hidup orang Nduga. Pemerintah mulai dengan memberi ruang bagi orang Nduga merayakan Natal tanpa ada tekanan psikologis. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top