Follow our news chanel

Previous
Next

Mengulik sukses Persipura di Liga 1 bersama JFT

Jacksen Tiago mengucap syukur atas kemenangan perdana yang diberikannya kepada Persipura saat menundukkan tamunya Madura United di Stadion Mandala Jayapura beberapa waktu lalu – Jubi/PT Liga Indonesia baru.
Mengulik sukses Persipura di Liga 1 bersama JFT 1 i Papua
Jacksen Tiago mengucap syukur atas kemenangan perdana yang diberikannya kepada Persipura saat menundukkan tamunya Madura United di Stadion Mandala Jayapura beberapa waktu lalu – Jubi/PT Liga Indonesia baru.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Mutiara Hitam julukan Persipura sempat terpuruk di papan bawah klasemen Shopee Liga 1 2019 pada awal musim. Terpuruknya tim peraih empat bintang tersebut saat dibesut oleh pelatih asal Brasil, Luciano Leandro.

Luci sapaan mantan pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar tersebut hanya mampu memberikan empat poin dari tujuh laga yang dijalani. Tiga laga sisa mengalami kekalahan baik diluar kandang maupun di kandang yang digelar di Stadion Mandala Jayapura kala itu.

Gelombang protes dan teriakan ‘ganti Luci’ pun terdengar kala Persipura ditahan imbang 1-1 dari Perseru Badak Lampung FC, 10 Juli 2019. Manajemen pun bergerak cepat untuk mengangkat pamor tim yang sedang terpuruk.

Jacksen Tiago didatangkan. JFT sapaan akrabnya sebenarnya tidak asing lagi bagi publik sepak bola Papua. JFT pernah menukangi Boaz Solossa dan kawan-kawan, dan mempersembahkan tiga gelar juara kompetisi kasta tertinggi di tanah air, dan sejumlah gelar turnamen pra musim.

Datangnya ayah dari Hugo Samir tersebut membuat tim yang bermarkas di Stadion Mandala Jayapura ini mulai merangkak naik ke posisi aman. JFT mulai menunjukkan kelasnya setelah mengalahkan tamunya Madura United 1-0 pada 16 Juli 2019.

Mental Boaz Solossa dan kawan-kawan mulai naik setelah ditujuh laga belum pernah menyentuh kemenangan. Kemenangan kedua pun diraih dikandang Bhayangkara FC, namun harus kembali kalah ditangan sang mantan. Persebaya Surabaya mematahkan semangat anak-anak Mutiara Hitam.

Loading...
;

Namun, dengan kekalahan tersebut, motivasi pun terbangun, dan JFT mulai melakukan sejumlah perombakan dalam tim. Perombakan ini bukan soal gonta ganti pemain, tetapi perombakan dalam sisi pemenuhan fisik bagi pemain yang dilihatnya tidak selayaknya diterima oleh para pemain  Papua yang dikenal petarung.

“Saya awal masuk kaget dengan fisik anak-anak. Mereka seharusnya tidak seperti ini. Saya tidak menyalahkan pemimpin terdahulu, tetapi saya masuk membetulkan yang saya lihat harus diperbaiki,” kata JFT kepada Jubi melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (29/10/2019) melalui sambungan telepon selularnya.

Kedatangan JFT membuat hampir seluruh pencinta sepakbola Papua khususnya Persipura kembali merasa yakin bahwa klub paling timur Indonesia tersebut dapat meraih sukses dengan pelatih yang dikenal sering menggigit sedotan tersebut.

“Kami tidak memberikan target yang muluk-muluk kepada dia (JFT), tetapi bagaimana JFT bisa mengembalikan kepercayaan diri pemain Persipura sehingga tim ini tidak lagi terpuruk di dasar klasemen,” ujar Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomy Mano.

Fisik dan mental bertanding Ian Louis Kabes dan kawan-kawan mulai membaik. Pasca kalah dari Persebaya, Persipura kembali bangkit dan berhasil memegang rekor tak terkalahkan sebanyak Delapan laga berturut-turut. Langkah selanjutnya harus terhenti dari pasukan Maung Bandung dimana Persipura kalah 1-3.

Namun setelah itu, Persipura kembali meraih kemenangan demi kemenangan dan hingga kini duduk manis di posisi Empat klasemen dengan perolehan 40 poin dari 23 laga yang sudah dijalani. Dari 23 laga tersebut, Persipura berhasil meraih 11 kali kemenangan, Tujuh kali hasil imbang, dan Lima kali menuai kekalahan.

 

Peran pemain senior

Keberhasilan Persipura Jayapura meraih kemenangan tak luput dari pengaruh pemain seniornya. JFT menilai, para pemain senior yang dimiliki seperti sang kapten Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Ian Louis Kabes, Tinus Pae dan Imanuel Wanggai masih punya peran penting.

“Saya sudah kenal mereka sejak lama dan saya bilang ke mereka bahwa kita saling tahu satu sama lain, faktor umur jelas kita tidak bisa bohongi, tapi saya rasa pengalaman mereka sangat bermanfaat untuk menjembatani para pemain junior,”  kata JFT.

Di satu sisi, JFT juga tak mau buru-buru untuk memainkan banyak pemain muda dalam tim Persipura saat ini. Menurutnya, pemain-pemain muda Persipura perlu terus bekerja keras dan berjuang sendiri untuk mendapatkan tempat di tim utama.

Namun dimata bek senior Persipura  Ricardo Salampessy, pemain muda saat ini juga semakin matang dibandingkan musim lalu.

“Kami memiliki banyak pemain muda potensial yang bisa diandalkan. Mereka juga semakin matang karena musim lalu banyak debut sehingga tak akan kaget lagi dengan atmosfer kompetisi,” ujarnya.

Meski punya potensi besar, bek berusia 35 tahun itu berharap para pemain muda Persipura tidak cepat berpuas diri. Apalagi, kata Ricardo, karier mereka masih panjang dan harus terus bekerja keras baik dalam latihan maupun pertandingan.

“Harapan saya, mereka harus bisa tampil konsisten sepanjang musim. Anggap saja prestasi di Timnas adalah bonus,” tegas pemain yang mengorbit bersama Persiwa Wamena tersebut.

Pemain-pemain muda yang dimaksud antara lain Todd Rivaldo, David Rumekiek, dan Gunansar Mandowen (U-19), serta kembalinya Marianus Wanewar (U-23). (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top