Follow our news chanel

Previous
Next

Meninggal di zona merah, jenazah seorang pekerja terlantar tujuh jam

Mobil jenasah yang mengangkut almarhum Paedi saat dibawah ke Sekretariat Tim Gugus Tugas Kabupaten Jayapura. Jubi/ Engel Wally
Meninggal di zona merah, jenazah seorang pekerja terlantar tujuh jam 1 i Papua
Mobil jenasah yang mengangkut almarhum Paedi saat dibawah ke Sekretariat Tim Gugus Tugas Kabupaten Jayapura. Jubi/ Engel Wally

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Jenasah Paedi, 52 tahun, terlatar hingga tujuh jam karena masyarakat dan rekan kerjanya enggan memakamkan. Mereka khawatir Paedi tertular Covid-19, mengingat kematiannya berada di tempat kerja di eks pasar lama yang saat ini sebagai zona merah Covid-19.

“Jam 6.30 pagi, kami masih sarapan bersama, selang dua jam Paedi sudah tidak bernyawa,” ujar Febri,  rekan kerja almarhum saat ditemui di Sekretariat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Jayapura, Senin, (20/4/2020).

Baca juga : Kematian tinggi, polisi di Riau bentuk tim penanganan jenazah Covid-19

Penolak pemakaman jenazah Covid-19 ditangkap polisi

Umat Muslim Papua Barat diimbau tidak menolak pemakaman jenazah Covid-19

Febri mengaku sempat mengontak nomor call center 08114837777 dan posko induk 08114820333 untuk proses pemakaman jenasah almarhum.

Loading...
;

“Karena kami semua berada di zona merah, kami minta petunjuk untuk proses pemakaman, ternyata disuruh tunggu dan jangan menyentuh jenasah,” kata Febri menambahkan.

Namun proses menunggu lama sejak pukul 08.00 hingga 15.00 sore, sehingga jenazah dibiarkan tanpa tindakan, sehingga terpaksa dibawa ke Tim Gugus Tugas agar ada solusi bagi jenazah ini dapat dikebumikan dengan segera.

Menurut Febri, sebelum meninggal almarhum Paedi pada Minggu (19/4/2020) malam menunjukan gejala demam, dan panas tinggi. Namun saat ditawari ke dokter dan rumah sakit tertahan karena akses jalan sudah ditutup.

“Saya tanya almarhum apakah masih kuat? Almarhum meyakinkan dirinya tidak apa-apa,”  kata febri menjelaskan.

Seorang warga masyarakat yang juga ikut mengantar jenazah ke Sekretariat Tim Gugus Tugas mengatakan, harus ada tindakan cepat untuk penguburan jenasah, karena sudah tujuh jam.

“Tinggal dipastikan riwayat jenazah ini, kalau ada hubungannya dengan Covid 19, maka protapnya dijalankan, kalau tidak, bisa dibawa untuk dimandikan dan disholatkan sekaligus pemakaman,” kata orang tersebut.

Tercatat jenazah Paedi dimakamkan pada pukul 16.00 sore, setelah koordinasi antara rekan kerja dan keluarga bersama Tim Gugus Tugas. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top