Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Menjaga penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah PNG

Siswa kelas 12 di SMA Nasional di Port Moresby. - Malachi Wur

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Joseph Pundu

Pemerintah Papua Nugini telah memperlonggar beberapa pembatasan yang berlaku sehubungan dengan Covid-19, dan memungkinkan sekolah-sekolah di negara itu untuk melanjutkan proses belajar mengajar setelah libur selama enam minggu. Guru-guru di seluruh PNG sudah kembali bertugas pada 27 April, seminggu kemudian, pada Senin, 4 Mei 2020, semua pelajar sekolah mulai kembali menghadiri kelas-kelas mereka. Menghentikan proses belajar mengajar hadap muka selama enam minggu adalah langkah yang bijaksana untuk mencegah menyebarkan virus Corona di PNG. Tetapi sekarang, sangat sulit bagi guru dan siswa untuk mengejar ketertinggalan mereka.

Menjaga penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah PNG 1 i Papua

Berkat adanya kebijakan bebas biaya sekolah atau tuition fee free (TFF) yang dimulai oleh pemerintah sebelumnya, jumlah pelajar yang terdaftar di sekolah-sekolah telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, banyak sekolah di PNG sekarang kelasnya terlalu padat dengan siswa.

Saya sempat berbincang dengan pelajar dan guru-guru dari sekolah-sekolah menengah atas yaitu Gordon, Jubilee, Tokorara, dan Gerehu di daerah ibu kota National Capital District (NCD). Mereka telah memberitahukan kepada saya bahwa ada lebih dari 50 siswa memenuhi setiap ruang kelas di sekolah mereka masing-masing, dan tidak ada ruang untuk memberlakukan menjaga jarak fisik atau sosial. Tiga guru dari Sekolah Dasar Gerehu di NCD juga menyebutkan permasalahan menjaga jarak fisik, ruang kelas yang terlalu sesak, dan kekhawatiran mengenai kesejahteraan siswa dan guru.

Tantangan yang sama dihadapi oleh sekolah-sekolah lain di seluruh PNG. Contohnya, seorang guru senior di Sekolah Menengah Kombolopa di Distrik Baiyer, Provinsi Western Highlands, menceritakan kepada saya bahwa di sekolahnya ada lebih dari enam puluh siswa per kelas. Akibatnya, implementasi kebijakan menjaga jarak fisik dan sosial itu sangat sulit bagi mereka.

Persoalan lainnya adalah mengenai ujian nasional. Setiap tahun di PNG, siswa kelas 8, 10 dan 12 bersaing untuk mendapatkan kursi yang terbatas di lembaga-lembaga pendidikan lanjutan untuk tahun pembelajaran berikutnya. Biasanya, para pelajar punya waktu tiga caturwulan dalam satu tahun pelajaran, sebelum mengikuti ujian nasional. Tahun ini waktu yang mereka miliki untuk mempersiapkan diri berkurang. Persiapan ujian nasional telah berkurang karena pembatasan Covid-19. Jika hasil pelajar dalam ujian-ujian penting ini tidak seperti yang diharapkan, hal ini dapat memicu kemarahan masyarakat.

Loading...
;

Contohnya sekolah menengah atas Jubilee Secondary School di NCD. Sekolah ini memiliki siswa kelas 9 hingga 12 dalam jumlah yang besar. Saat ini, sekolah itu mewajibkan siswa kelas 10 untuk datang ke sekolah pada Senin dan Selasa. Jadwal sekolah siswa Kelas 12 adalah pada Kamis, bersama dengan dua kelompok siswa kelas 9. Dua hari lainnya, Rabu dan Jumat, dialokasikan untuk kelas 9 dan 11. Jadi, siswa hanya menerima tiga sampai empat jam kelas tatap muka, padahal biasanya mereka harus ikut lima sampai tujuh jam per mata pelajaran setiap minggunya.

Sekolah-sekolah lain di PNG juga berada di posisi yang sama.

Meskipun guru-guru bisa saja memberikan tugas dan pekerjaan rumah bagi siswa untuk diselesaikan saat mereka tinggal di rumah, ini saja tidak cukup. Banyak siswa yang lebih cepat memahami materi pembelajaran di bawah bimbingan langsung guru mereka.

Sementara guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah perkotaan dapat memberikan buklet berisikan topik pembelajaran kepada siswa mereka, sekolah-sekolah lainnya di daerah PNG yang terpencil tidak memiliki akses ke listrik, tidak punya mesin fotokopi, akses jalannya buruk, dan dana mereka terbatas. Tantangan-tantangan itu mempersulit upaya mereka untuk memfotokopi materi-materi untuk belajar dirumah dalam jumlah yang dibutuhkan untuk para pelajar. Anak-anak yang rentan, termasuk anak perempuan, anak-anak difabel, anak-anak dari keluarga miskin, dan kelompok terpinggirkan lainnya, terutama sangat berbahaya.

Transportasi pergi dan pulang sekolah adalah tantangan lainnya. Saya telah menyaksikan banyak pelajar yang harus mengantri lama di halte bus karena pemerintah telah membatasi jumlah penumpang bus hanya maksimum lima belas penumpang per kendaraan. Akibatnya, setiap pagi dan sore anak-anak sekolah bergegas untuk bisa mendapatkan kursi bus yang terbatas. Mereka harus berebut dan bersusah payah untuk mendapatkan bus yang masih kosong, dan tidak ada penumpang yang menjaga jarak fisik terlihat di halte-halte bus.

Tantangan lainnya adalah untuk sekolah berasrama, dimana sering kali dengan empat siswa bersempit-sempit dalam satu ruangan. Ratusan siswa biasanya makan dalam satu ruang waktu jam makan, sangat sulit untuk menjaga jarak sosial dan kebersihan dalam situasi ini.

Tanggung jawab ada di bahu setiap pemangku kepentingan agar anak-anak sekolah di PNG bisa berhasil menyelesaikan tahun pelajaran 2020. Mari kita memainkan peran kita bersama-sama untuk membantu sekolah-sekolah kita di PNG tetap bebas Covid-19.

Bantuan keuangan tambahan diperlukan untuk membiayai pembatasan dan peralatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah di PNG, terutama sabun. Dalam diskusi saya, saya menemukan bahwa sekolah-sekolah tidak memiliki pasokan sabun. Di luar sekolah, adalah tanggung jawab orang tua untuk merawat anak-anak mereka dan memastikan anak-anak tetap tinggal di rumah dan mematuhi pedoman pencegahan Covid-19 yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Dalam jangka panjang, pandemi Covid-19 juga harus menjadi peringatan bagi pemerintah PNG untuk membangun lebih banyak ruang kelas agar bisa mengakomodasi peningkatan jumlah anak-anak sekolah. (Development Policy Centre Blog, Australian National University)

Joseph Pundu bekerja sebagai seorang tutor di Fakultas Bisnis dan Kebijakan Publik di Universitas Papua Nugini

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top