Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Menristekdikti minta fakultas kedokteran lakukan afirmasi mahasiswa asal Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, minta para dosen di fakultas kedokteran untuk melakukan afirmasi bagi mahasiswa kedokteran yang berasal dari Papua.

"Memang biasanya sulit (dalam membimbing), tapi ini kan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya saat Rembuk Nasional Alumni Universitas Brawijaya, di Jakarta, Sabtu (3/11/2018).

Menristekdikti minta fakultas kedokteran lakukan afirmasi mahasiswa asal Papua 1 i Papua

Menristekdikti juga mengatakan terjadi ketimpangan jumlah dokter yang ada di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.

"Jumlah dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis, masih terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat," ujarnya.

Nasir menjelaskan jumlah dokter di Indonesia bagian barat sebanyak 92.471 dokter umum dan 25.256 dokter spesialis. Indonesa bagian tengah, jumlah dokter umum sebanyak 15.968 dokter umum dan 4.293 dokter spesialis. Wilayah bagian timur sebanyak 1.472 dokter umum dan 227 dokter spesialis.

Selain itu, distribusi dokter juga lebih banyak berada di perkotaan dibandingkan wilayah terpencil.

Loading...
;

"Jadi yang menjadi masalah adalah distribusi," kata dia.

Kemenristekdikti, kata dia, berusaha mencarikan solusinya dengan organisasi profesi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Salah satu upayanya adalah meningkatkan pendidikan kedokteran di wilayah itu.

Dia juga minta para dosen di fakultas kedokteran untuk melakukan afirmasi bagi mahasiswa kedokteran yang berasal dari Papua.

"Memang biasanya sulit (dalam membimbing), tapi ini kan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengajak perguruan tinggi untuk mengajarkan tentang empat pilar kebangsaan. Jika ini dibiarkan akan memicu munculnya paham radikalisme di kalangan mahasiswa.

"Saya prihatin melihat kondisi mahasiswa di PTN dan PTS. Mereka tidak tahu apa itu empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," kata dia.

Ia menyebut lebih dari 50 persen perguruan tinggi tidak mengajarkan tentang empat pilar kebangsaan. Akibatnya, mahasiswanya tidak tahu nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar tersebut.

Selain itu telah ditetapkan peraturan menteri (Permenristekdikti) Nomor 55/2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa. Dengan adanya Permenristekdikti tersebut, kini Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) antara lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), hingga Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) diperbolehkan masuk kampus. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top