Follow our news chanel

Previous
Next

Menteri Israel mundur terkait rencana lockdown

Foto ilustrasi - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Yaakov Litzman mundur sebagai menteri perumahan sebagai protes atas tindakan lockdown (penguncian) nasional yang hendak dilakukan pemerintah Israel. Litzman mundur dari pemerintahan Israel saat pemerinntah Yahudi mengurangi tingkat penularan virus corona di negara itu. Tercatat tingkat penularan virus Covid-19 di Israel saat ini Israel urutan kedua di dunia setelah Bahrain.

Pengunduran diri itu dilakukan dengan alasan lockdown nasional bakal memengaruhi pelaksanaan sejumlah praktik keagamaan Yahudi di negara itu. Pelaksanaan lockdown diberlakukan beberapa jam sebelum dimulainya Tahun Baru Yahudi dan hari besar umat Yahudi, Hari Tinggi.

Rencananya lockdown akan diberlakukan pada Jumat (18/9/2020) mendatang pukul 1100 GMT. Aturan lockdown ini membatasi jumlah orang yang bisa berkumpul dan bepergian, sehingga membuat umat Yahudi tak bisa berdoa di sinagog.

Litzman menganggap aturan ini mencegah orang Yahudi menghadiri sinagog selama perayaan Hari Tinggi dan Festival Rosh Hashanah dan Yom Kippur. Sebelumnya Litzman adalah mantan menteri kesehatan.

Baca juga : Inggris terapkan isolasi saat Covid-19 di Prancis dan Belanda meningkat 

Corona di AS tembus angka dua juta, ini kondisi di Eropa 

Loading...
;

Kenaikan kasus Covid-19 dunia melonjak, terjadi di 37 negara per hari

Penguncian nasional ini disebut Litzman sebagai “ketidakadilan dan pengabaian terhadap ratusan ribu warga, ultra-Ortodoks, religius dan tradisional,” Minggu (13/9/2020) kemarin. Lonjakan kasus corona Israel yang jadi salah satu negara terparah di dunia, mendorong kabinet untuk mengumumkan minggu lalu rencana penguncian nasional.

Aturan lockdown ini akan membuat sejumlah toko dan kegiatan yang tidak esensial untuk tutup. Selain itu, sekolah pun akan ditutup di seluruh negeri.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dia menyesali pengunduran diri Litzman, tetapi berjanji untuk terus melanjutkan langkah-langkah antisipasi tersebut.

“Kita harus bergerak maju dan mengambil keputusan yang diperlukan bagi negara Israel selama periode korona,” ujarnya di awal rapat kabinet.

Pemerintah akan menutup atau secara serius membatasi kehadiran di sinagog dan tempat ibadah lainnya selama penutupan, diharapkan akan diberlakukan selama 14 hari pertama.

Israel awalnya dipuji secara luas karena berhasil menahan laju penyebaran virus corona setelah memberlakukan penguncian yang ketat pada bulan Maret.

Hingga saat ini, Israel masih melarang pendatang asing memasuki wilayah itu. Meski demikian, penggunaan masker masih diwajibkan. Namun, Israel kini mengalami lonjakan kasus penularan virus korona dalam beberapa minggu terakhir. Lebih dari 153.000 kasus telah terdaftar dengan 1.108 kematian, dari negara dengan populasi sembilan juta orang itu. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top