Follow our news chanel

Menteri PPPA minta pelaku pencabulan anak ditindak tegas

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Terungkapnya kasus sodomi yang dilakukan WS alias Babeh (49), salah satu oknum guru, terhadap 41 anak-anak berusia 7-15 tahun di Tanggerang, Banten, baru-baru ini, membuat prihatin Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise.

Menteri Yohana meminta dengan tegas agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal bagi tersangka.

"Saya juga mengimbau agar orangtua mengawasi anak-anak, serta pihak sekolah lebih selektif memilih pengajar," sampainya, Minggu (07/01/18).

Selain itu, Menteri Yohana juga meminta agar para korban didampingi dan dipulihkan dari trauma.

"Pelaku juga harus ditindak tegas sebab melanggar pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak. Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,” katanya.

Jika tersangka terbukti bersalah, kata Menteri, maka tersangka dijerat pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Loading...
;

“Dalam hal tindak pidana yang dilakukan oleh orangtua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana,” tuturnya.

Tambahnya, dalam pasal 82 juga disebutkan, hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 76E yang menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana.

“Selain dikenai pidana sebagaimana dimaksud, pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas, rehabilitasi dan pemasangan alat pendeteksi elektronik,” katanya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top