Follow our news chanel

Menyedot pembeli di ruang kerja bersama

Pelayan di D'lord Cafe sedang melayani pembeli - Jubi/Ramah
Menyedot pembeli di ruang kerja bersama 1 i Papua
Pelayan di D’lord Cafe sedang melayani pembeli – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Beberapa kafe berkonsep ‘co-working’ atau ruang kerja bersama muncul di Kota Jayapura. Membidik konsumen para pekerja yang ingin simpel dengan memanfaatkan kafe sebagai tempat bekerja dengan layanan internet gratis, kopi, dan menu yang enak.

Bisnis ruang kerja bersama (co-working) sedang mendapatkan respons yang sangat besar mengingat banyaknya cafe, hotel, dan restoran yang bermunculan.

Bisnis ruang bersama dianggap menjadi salah satu solusi karena menjadi alternatif dibandingkan menyewa kantor yang memiliki operasional tinggi. Berbinis ruang kerja bersama bisa dilakukan dalam jangka waktu per bulan, mingguan, harian, bahkan per jam tergantung kesepakatan dengan penyewa.

Mengingat banyaknya pekerja lepas maupun pekerja kantoran yang membutuhkan ruang kerja bersama maka diendus salah satu pebisnis di Kota Jayapura dengan membuka kafe.

Manager D’lord Café, Aritopan, mengaku memilih bisnis ruang kerja bersama karena di Kota Jayapura yang bergerak di bisnis tersebut sedang berkembang, khususnya para pekerja kantoran lebih senang pergi ke kafe untuk meminimalisir pengeluaran uang.

“Kebanyakan para konsumen di D’lord Cafe para penikmat kopi khususnya kopi asli Papua, seperti kopi Wamena dan Merauke, selain itu dijadikan juga sebagai tempat meeting,” ujar Aritopan, saat ditemui di D’lord Cafe, Ruko Dok 2 Jayapura, Kamis, 18 Juli 2019.

Loading...
;

Diungkapkan Aritopan, ruang meeting di D’lord Cafe disewa untuk keperluan kerja bagi kantor, perusahaan, maupun perusahaan.

“Ruang meeting hanya bisa memuat 25 orang, ruang meeting tidak disewa, hanya kami berikan diskon pada menu makanan dari harga makanan Rp30 ribu dari Rp25 per porsi plus minum, terkecuali mungkin dari pagi-sampai malam dipake sewanya baru dibayar,” katanya.

Dua tahun menggeluti bisnis ruang kerja bersama, diakui Aritopan, tidak mengalami kendala karena tidak terlalu ribet. Kebanyakan masyarakat membutuhkan tempat kerja dengan suasana berbeda.

“Saya rasa menjalankan bisnis ini untuk wilayah Kota Jayapura sangat bagus,” ujarnya.

Untuk modal awal memulai bisnis ruang kerja bersama yang dikemas dalam bentuk kafe, menurut Aritopan menghabiskan biaya Rp600 juta untuk sewa gedung, perlengkapan tempat usaha, dan renovasi.

“Biaya modal per bulan Rp90 juta, sudah termaksud gaji karyawan, pelanggan rata-rata per hari Rp3 juta, sedangkan untuk hari-hari tertentu dalam sehari bisa meraup omset Rp6 juta,” ujarnya.

Diakui Aritopan, untuk menjalankan bisnis ruang kerja bersama harus banyak promosi (jemput bola) agar bisa berkembang, dan mengutamakan penyajikan menu yang membuat pembeli datang lagi.

“Adanya ruang kerja bersama untuk menarik minat pembeli datang berbelanja agar usaha bisa berkembang, pelayanan yang utama adalah senyum dan tegur, supaya pembeli merasa nyaman, pembeli juga diberikan kesempatan menyampaikan saran terkait menu dan pelayanan agar menyenangkan pembeli,” katanya.

Pelanggan di D’lord Cafe, dikatakan Aritopan, dimanjakan dengan alunan musik akustik. Bahkan pelanggan juga bisa memainkan alat musik yang sudah disediakan.

“Kami punya menu khusus, yaitu kopi asli Papua dengan mempertahankan rasa dan ciri khasnya, jumlah karyawan ada sembilan orang, pembelinya mulai dari usia remaja sampai dewasa, kami memberikan fasilitas berupa wifi,” katanya.

Terkait jam pelayanan, dikatakan Aritopan, dimulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 11.00 malam. Kopi yang dijual didapatkan dari supplier pabrik rumahan di daerah Hamadi.

Guna menambah pendapatan, D’lord Cafe berinovasi dengan menyediakan menu sarapan pagi yang pas di kantong pembeli, mulai dengan harga Rp20 ribu plus dengan minuman seperti kopi, teh, dan air putih.

“Jadi, tidak hanya menyediakan kopi yang menjadi ciri khas kami, tapi juga ada menu makanan yang bisa dinikmati dengan harga terjangkau seperti nasi campur ikan dan telur, tapi itu per paket per dua orang harganya Rp20 ribu,” katanya.

Pengelola Warung Pilamo, Sintia, menyatakan untuk menjalankan bisnis ruang kerja bersama memberikan beberapa keuntungan, yaitu sistem sewa yang menguntungkan, membangun relasi dengan penyewa, dan hemat pengembangan biaya bisnis.

“Tentunya dapat mengakomodir kebutuhan penyewa, nyaman, jasa yang komplet, gaya, dan fokus saat bekerja,” ujarnya.

Agar menarik minat pembeli, Warung Pilamo bergaya kafe ini melakukan penyetingan ruang pertemuan yang nyaman dan manarik untuk memberikan banyak manfaat yang dapat menambah nilai bagi bisnis ruang kerja bersama.

“Baru setahun menjalankan bisnis ini, peminatnya dari kalangan wirausaha dan pekerja kantoran sangat banyak, tentunya terjadi peningkatan pembeli,” ujarnya.

Senada dengan Aritopan, Sintia memilih bisnis ruang kerja bersama, karena sedang berkembang sehingga banyak pebisnis yang menafaat usaha tersebut untuk menyedot pembeli.

“Harus banyak-banyak promosi juga supaya dikenal luas oleh masyarakat, yang terpenting adalah pelayanan kepada setiap pembeli, cara sewanya, yaitu memberikan diskon pada menu, kalau tempat tidak disewa,” katanya.

Seorang wirausaha yang memanfaatkan kafe sebagai salah satu tempat bekerja, Ardianyah, mengaku nyaman bekerja di kafe saat berada di luar rumah, karena fasilitas di kafe lengkap seperti WiFi untuk menghemat biaya pembelian internet.

“Pulang kantor nongkrong di kafe sambil kerja, kalau sudah pulang di rumah waktunya istirahat, jadi bagi saya pelayanan yang utama,” jelasnya.

Menurut Ardiansyah, pemanfaatan kafe sebagai ruang kerja memberikan beberapa keuntungan membangun relasi dengan pemilik kafe. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top