Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Menyiapkan siswa menjadi saudagar muda

Acara “Aku Saudagar Muda” di SMKN 5 Jayapura –Jubi/Sindung
Menyiapkan siswa menjadi saudagar muda 1 i Papua
Acara “Aku Saudagar Muda” di SMKN 5 Jayapura –Jubi/Sindung

Papua No. 1 News Portal | Jubi

UPAYA mengembangkan jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship sejak dini terus digenjot di Papua. Salah satu melalui program “Aku Saudagar Muda” yang digagas perbankan BUMN, yaitu BNI dan Bank Negara Indonesia yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

Acara “Aku Saudagar Muda” berlangsung di SMK Negeri 5 Jayapura, Selasa, 5 Maret 2019. Sedikitnya 160 siswa utusan SMK di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura ikut menjadi peserta.

Wakil Direktur Dwi Moeljono kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menciptakan pengusaha muda sejak dini.

“Pengetahuan kewirausahaan dirasakan penting bagi generasi milenial, khususnya bagi siswa yang duduk di sekolah kejuruan,” ujarnya.

Ia menjelaskan kegiatan yang terlaksana atas sinergi BNI dengan Dinas Pendidikan dikhususkan buat pelajar SMK.

“Fokus BNI sekarang adalah kaum milenial dan lebih khusus menggarap potensi di sektor informal, dari pengalaman yang sudah-sudah merupakan penyelamat ekonomi bangsa dan pengangguran,” katanya.

Loading...
;

Harapannya, lanjut Dwi, kaum milenial Papua tak harus berharap menjadi pegawai, namun menjadi pengusaha supaya perekonomian Papua tumbuh, berjalan dan bergerak sehinga perekonomian infrasrukur akan mengikuti.

Dwi mengatakan kehadiran  Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang dibuat BNI dapat membantu perajin untuk tumbuh bersama para pengusaha.

“Kami yakin di Papua banyak potensi ini selain produk seni, ada yang bisa dikembangkan lainnya adalah wisata,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan akan dimulai di kawasan Mamta atau Jayapura, Kota Jayapura dan Keerom dengan RKB di Jayapura. Kemudian akan berlanjut di enam RKB yang ada di Papua dan Papua Barat.

Salah seorang peserta, Nurul Habiya Bahari, siswa Kelas X SMK 5 Jayapura yang juga pelaku online shopper mengaku sangat senang menjadi peserta workshop saudagar muda tersebut.

Menurutnya dengan mengikuti kegiatan tersebut ia mendapatkan ilmu baru demi kemajuan penjualan di lapak online-nya yang sudah ia rintis selama dua tahun.

“Dengan ada kegiatan ini saya banyak belajar, banyak pengetahuan yang didapat untuk pribadi secara khusus dan kemajuan di sekolah ke depannya,” ujarnya.

Nurul mengaku akan membuat toko online baru untuk menambah toko baju dan gamis online yang dimilikinya.

“Mungkin akan menambah toko yang ada, sebab itu yang sudah running dan ini kelihatannya gampang tinggal jalan saja karena stok barang dari Rumah Kreatif BUMN milik BNI,” ujarnya.

Sebastianus T. Wibowo, siswa SMK 3 Jayapura yang juga ikut sebagai peserta mengaku workshop tersebut membawa keterbukaan wawasan berwirausaha bagi dirinya dan para siswa yang diundang dalam peluncuran program saudagar muda tersebut. Salah satu yang bagus menurutnya adalah wawasan strategi pemasaran.

 

“Selain itu menyemangati kita menjadi pengusaha yang bermental baja, tak gampang menyerah dengan mendorong promosi di media yang ada dan lebih khusus media sosial kepada para calon costumer,” ujarnya.

Siswa lainnya, Denolati Pararem, mengaku tidak mudah menjadi seorang pengusaha muda, karena itu pelatihan yang ia ikut sangat dibutuhkan untuk persiapan agar lebih kuat dan mantap.

“Yang paling saya dapatkan adalah ditekankan untuk mental terlebih dahulu, harus lebih kuat karena tanpa itu kita nggak bisa memulai dan rasa berat menghantui, jadi yang terpenting adalah mental terlebih dahulu yang saya harus siapkan, selanjutnya tinggal lainnya,” ujarnya.

Ia mengku akan berusaha keras untuk dapat menjadi pengusaha muda dan sukses. Meski ia menyadari jalan untuk mencapainya tidak mudah.

Guru YPKP Sentani, Ahmad, mengatakan sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilakukan BNI tersebut, meski siswanya yang ikut hanya 10 orang. Materi workshop, katanya, menambah wawasan tentang berjualan sehingga tidak hanya sekedar menjadi teori di bangku sekolah, namun juga ke lapangan.

“Saya harap tak hanya cuma sekali kegiatan seperti ini, namun dilakukan kontinu, sehingga pembinaan dan pengembangan itu tak mati, saran saya harusnya dilaksanakan di sekolah oleh BNI agar disampaikan ke seluruh siswa,” ujarnya.

Kepala Bidang SMK, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Yulianus Kuayo, mengatakan program kewirausahaan tersebut sejalan dengan BUMN. Untuk di Papua kegiatan tersebut sangat membantu sehingga lulusan SMK tidak hanya dibekali ijazah, tetapi juga skill yang memang berpotensi dikembangkan Papua ke depan.

“Ini sesuai dengan keinginan Gubenur Papua untuk para milenial Papua harus mandiri, karena skill yang dipunyai, sebab itu kami support dan dimasukkan dalam program formal,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak 1 Januari 2019 pengembangan SMK di Papua harus berbasis pengembangan wilayah adat. Misalnya, di Animha akan difokuskan dominan pada pengembangan jurusan dan program keahliannya pertanian.

“Kalau di Kota Jayapura metropolitannya Papua sehingga akan fokus di banyak hal seperti pariwisata, hotel, pertanian, kemaritiman, dan lainnya, kita akan fokus di mana potensi wilayah adat,” katanya.

Menurutnya, data kelulusan di Papua, dari sekitar 29 ribu baru sekitar 45 persen yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Lainnya tidak kuliah karena ketiadaan biaya atau bekerja.

“Sehingga diperlukan pembinaan enterprenuer dari semua pihak,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top