Follow our news chanel

MEP dan PLI siapkan penerima beasiswa ke Rusia

Calon penerima beasiswa ke Rusia sedang mengikuti pertemuan teknis untuk persiapan wawancara yang akan dilaksanakan 12- 17 Maret 2020 - Jubi/Agus Pabika
MEP dan PLI siapkan penerima beasiswa ke Rusia 1 i Papua
Calon penerima beasiswa ke Rusia sedang mengikuti pertemuan teknis untuk persiapan wawancara yang akan dilaksanakan 12- 17 Maret 2020 – Jubi/Agus Pabika

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pelamar beasiswa ke Rusia setiap tahun terus meningkat. Yayasan MEP dan PLI berharap semakin banyak siswa yang mendaftar dan fasilitas pendukung juga ditingkatkan agar proses belajar ke depan semakin baik.

Papua Languange Institute (PLI) dan Yayasan Maga Edukasi Papua (MEP) membuat program untuk anak-anak Papua mendapatkan kualitas pendidikan yang baik melalui program beasiswa ke luar negeri.

Ketua MEP, Yoob Ginia, pada acara pertemuan teknis dengan peserta penerima beasiswa Rusia 2020, mengatakan Yayasan MEP bersama PLI mendapat kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Papua dan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta untuk mengelola program tersebut.

“Semua kegiatan ini difasilitasi oleh dua lembaga tersebut untuk mengirim anak-anak Papua ke luar negeri melalui beasiswa yang disediakan,” katanya.

Ginia menilai program tersebut awal yang baik dan bagus untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan untuk anak-anak muda Papua yang sudah selesai Sarjana Strata (S-1) dan Strata Dua (S-2), dan seterusnya.

“Tiap tahun angka calon pelamar beasiswa meningkat terus dan Yayasan MEP dan PLI berharap semakin banyak siswa yang mendaftar, fasilitas pendukung juga perlu ditingkatkan agar dalam proses belajar ke depan semakin baik,” katanya.

Loading...
;

Ia mejelaskan penerima beasiswa Rusia pada tahun-tahun sebelumnya tidak sebanyak beberapa tahun terakhir ini. Pada 2019 sebanyak 26 anak asli Papua penerima beasiswa ke Rusia secara resmi dilepas oleh Gubernur Papua Lukas Enembe pada September 2019.

“Dari 200 siswa calon penerima beasiswa Rusia tahun 2020 akan melakukan ‘interview’ pada 12-17 Maret 2020, interview ini guna menyeleksi lagi jumlah siswa sesuai kuota yang diminta oleh Pemerintah Rusia,” katanya.

Dengan banyaknya peminat yang mendaftar, katanya, Pemprov Papua berharap bisa membuka peluang sebesar-besarnya untuk anak asli Papua mendapatkan pendidikan yang layak dengan fasilitas lengkap.

Dengan kehadiran lembaga seperti PLI dan MEP anak-anak asli orang Papua bisa belajar di luar negeri dan pastinya mereka akan mengalami perubahan yang luar biasa.

“Ketika kembali mereka sudah punya impian, apa yang akan mereka lalukan sesampai di Papua, karena mereka ini harapan Papua untuk membawa perubahan Papua baru ke depan,” katanya.

Willem Burung, MA, manajer akademik mengatakan program beasiswa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Papua, karena mereka merupakan tolak ukur pembangunan Tanah Papua.

“Kami di sini tidak hanya mengirim mereka belajar ke luar negeri, namun kami mencoba mendidik mereka untuk menjadi orang yang takut akan Tuhan, karena dari banyak pengalaman yang sudah terjadi banyak yang gagal,” katanya.

Lembaga, kataya, juga sedang membangun mentalitas penerima beasiswa selama berada di luar negeri agar mereka aktif dan mempertanggungjawabkan tugas pendidikan mereka hingga tuntas.

Sebelum dikirim ke Rusia, lembaga akan mendidik mereka sembilan bulan di Jayapura lalu akan dikirim ke Rusia.

“Pembinaan sikap mental mereka sambil melihat perkembangan mereka sebelum dikirim, karena mereka akan beradaptasi dengan kehidupan budaya lain tidak seperti di Papua,” katanya.

Ia berharap peserta yang lolos seleksi dan mendapatkan beasiswa Rusia ketika kembali bisa berguna untuk Tanah Papua.

“Kami berharap Anda juga dapat menjaga nama baik pribadi, orangtua, dan yayasan yang telah mengirimkan Anda ke Rusia, serta Pemerintah Provinsi Papua yang mendukung pendidikan anak-anak Papua,” katanya kepada peserta.

Duta Besar RI Santiago-Cille, Phileman Arobaya, mengatakan ia patut bangga dan mendukung program tersebut karena tanpa program-program seperti itu maka tidak akan ada kesempatan buat anak-anak Papua untuk berkembang.

“Saya mengingatkan kepada calon penerima beasiswa bahwa kesempatan seperti ini hanya satu kali, karena tidak akan terulang lagi, jadi gunakan betul-betul kesempatan ini untuk belajar,” katanya.

Ia juga berpesan bagi siswa yang pergi dari Papua ikut program beasiswa, ketika kembali harus dengan sesuatu yang baru dan lebih baik lagi untuk melakukan perubahan demi Papua.

CEO dan Direktur Papua Languange Institute (PLI), Samuel Tabuni, mengatakan terus berupaya bekerja sama dengan beberapa negara yang memiliki sistem pendidikan yang baik, terutama di bidang kesehatan.

“PLI menjajaki kerja sama pendidikan ilmu kedokteran dengan Fakultas Kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya di Universidade Nacional Timor Lorosa`e,” katanya.

Kerja sama tersebut, tambahnya, diharapkan bisa membuka pintu bagi anak Papua menempuh pendidikan kedokteran di Kuba.

“Untuk memajukan dan meningkatkan SDM Papua yang unggul dan berkemampuan di bidangnya,” ujarnya.

Selain itu, katanya, PLI juga menjajaki kerja sama dengan rumah sakit pendidikan terbaik di Eropa di Paris, Perancis. PLI juga bekerja sama dengan Pemerintah PNG untuk mendirikan kampus cabang Papua Languange Institute (PLI) di West Sepik, PNG pada 2019. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top