Merapi siaga, ini imbauan Pemda setempat

Papua
Erupsi gunung api, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warganya tak panik, namun tidak mengendorkan kewaspadaan. Pernyataan itu disampaikan terkait kenaikan status siaga gunung merapi yang ditetapkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta dari level II (waspada) ke level III (Siaga) pada Kamis (5/11/2020) kemarin.

“Masyarakat, saya kira tidak perlu panik. Kan sudah hafal. Masyarakat di Sleman, khususnya di sekitar Merapi. Saya kira mereka sudah paham,” kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (5/11/2020).

Baca juga : Gunung Merapi meletus dua kali pada Minggu pagi

Gunung Merapi kembali meletus dini hari tadi

Merapi erupsi dengan tinggi kolom 6 km, hujan abu hingga Solo

Selain untuk warga di sekitar Merapi, Sultan juga memiliki harapan yang sama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari gunung itu. “Saya mohon yang jauh dari Merapi tidak usah panik dengan kenaikan status. Saya juga akan mengeluarkan edaran dan pemberitahuan hari ini. Mungkin besok (Jumat, 6/11),” kata Sultan menambahkan.

Loading...
;

Ia meminta warga Kabupaten Sleman, khususnya sebelah timur, selatan, maupun barat, dari Gunung Merapi memperhatikan status yang telah ditingkatkan dari waspada ke siaga. Ia berharap pemerintah daerah Kabupaten Sleman juga mempersiapkan diri untuk jalur evakuasi untuk persiapan siaga. “Saya kira Pak Bupati (Sleman) sudah tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga meminta kepada warga agar tak panik, namun sama-sama saling mengingatkan dan memantau kondisi terkini.

“Warga tidak usah panik, tapi tetap waspada. Saya kira masyarakat terdekat pasti sudah sangat paham soal ini, hanya kita tinggal bersama-sama saling mengingatkan dan saling memantau. Siapkan alat transportasi dan barang berharga agar bisa dibawa ke tempat pengungsian jika terjadi erupsi,” kata Ganjar.

Ia juga telah menginstruksikan jajaran BPBD dan tim kebencanaan terus memantau perkembangan Gunung Merapi agar bisa memberikan informasi sedini mungkin kepada masyarakat. Ganjar berharap seluruh peralatan peringatan dini atau early warning system (EWS) yang ada di sekitar Gunung Merapi terjaga untuk dapat mengirimkan pesan darurat dengan cepat.

“Kalau yang tidak ada ‘EWS’-nya, maka yang sifatnya tradisional harus disiapkan. Saya minta seluruh aparatur pemerintahan sampai tingkat desa hingga RT/RW yang ada di sana untuk siaga membantu warganya,” ujar Ganjar menegaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top