Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Merasa tak diperhatikan, puluhan mahasiswa eksodus dari Timika kembali ke Salatiga

Puluhan mahasiswa eksodus Papua beberapa waktu lalu - Jubi/Dok.
Merasa tak diperhatikan, puluhan mahasiswa eksodus dari Timika kembali ke Salatiga 1 i Papua
Puluhan mahasiswa eksodus Papua beberapa waktu lalu – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi – Sebanyak 32 orang mahasiswa Papua asal Kabupaten Mimika dan sekitarnya kembali ke Salatiga, Jawa Tengah, setelah  beberapa bulan lalu eksodus dari kota studi mereka di Pulau Jawa, akibat aksi rasisme.

Para mahasiswa itu berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Semarang, setelah terlebih dahulu transit di Makassar, pada Senin (27/1/2020) siang, Waktu Papua.

Satu diantara mahasiswa Papua di Jawa Tengah, Raymond Nirigi mengatakan, pemulangan 32 mahasiswa Papua itu ke kota studi mereka di Salatiga sepenuhnya atas dukungan dari para senior dan keluarga.

Seharusnya, kata dia, ada 45 mahasiswa yang kembali ke Semarang, namun beberapa orang diantaranya membatalkan pemberangkatan meski tiket penerbangan sudah disiapkan.

“Seharusnya hari ini ada 45 orang mahasiswa yang berangkat ke Salatiga. Mereka sudah tiga kali bolos (tidak kuliah) semester ini sehingga harus segera kembali ke tempat kuliah. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak universitas (Universitas Kristen Satya Wacana/UKSW) bagaimana caranya agar adik-adik kita ini bisa diterima kembali untuk untuk melanjutkan perkuliahan,” kata Raymond.

Ia mengatakan kepulangan para mahasiswa Papua dari berbagai kota studi ke Papua beberapa waktu lalu terjadi setelah adanya kasus penghinaan rasis yang menimpa sejumlah mahasiswa di Kota Surabaya dan Malang.

Loading...
;

Setelah kembali ke Timika, para mahasiswa tersebut membangun Posko di depan Kantor Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme/Lemasa, Timika Indah.

Selama beberapa bulan sejak September-Oktober hingga sekarang ini, katanya, perhatian dari Pemprov Papua, Pemkab Mimika, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro/LPMAK dan PT Freeport Indonesia sebagai penyandang program beasiswa sama sekali tidak ada.

“Ada enam orang rekan kami yang meninggal, delapan orang sudah berkeluarga, 20-an orang lainnya sekarang pengangguran dan hidup terlantar di Timika. Para pemimpin yang ada di provinsi, kabupaten sampai pelosok-pelosok tolong perhatikan generasi muda ini karena masa depan Papua ada di tangan mereka,” kata Raymond.

Para mahasiswa Papua, katanya, sungguh menyadari bahwa melalui pendidikan Papua bisa terbangun dari kondisi kemiskinan, ketertinggalan, dan segala macam keterbelakangan yang terjadi hingga kini.

“Beberapa orang dan para orang tua yang anak-anaknya eksodus datang ke posko menekan kami para senior untuk segera mengembalikan anak-anak mereka ke kota studi. Makanya kami berupaya keras bagaimana caranya mendapatkan biaya untuk membeli tiket penerbangan. Syukurlah hari ini kami bisa mendapatkan 45 tiket penerbangan agar adik-adik ini segera kembali ke kota studi mereka,” ujar Raymond.

Raymond menegaskan para mahasiswa tidak mau dipolitisasi oleh kepentingan-kepentingan apapun dari pihak manapun.

“Kami tidak mau diintervensi oleh pihak manapun. Kami sudah jadi korban, sudah banyak yang meninggal dan terlantar. Kami tidak mau hanya menjadi penonton di atas tanah kami, tapi kami harus jadi pelaku untuk bersaing dengan orang lain. Satu-satunya jalan hanya melalui pendidikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua berjanji segera mendata para mahasiswa eksodus yang masih berada di Papua. Rencana itu disampaikan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Papua, Hery Dosinaen di Jayapura, Jumat (24/1/2020).

Dosinaen menyatakan pendataan itu akan dilakukan untuk mengetahui data pasti berapa jumlah mahasiswa eksodus di Papua. Ia menyatakan pendataan itu akan dilakukan hingga ke perguruan tinggi mahasiswa eksodus.

“Gubernur Papua sudah menginstruksikan [agar kami] bersurat ke semua perguruan tinggi terkait, guna melakukan pendataan,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top