Mesak Manibor: Belum Ada Komunikasi Dari Wakil Bupati Sarmi

Mesak Manibor. (Jubi/Arjuna)
Mesak Manibor. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, Jubi – Rengangnya hubungan antara Bupati Sarmi Mesak Manibor dan wakilnya Albertus Suripno berdampak pelayanan kepada masyarakat sedikit terganggu. Untungnya, Sekda Kabupaten Sarmi Viktor Pekpekay dapat menjadi penengah antara kedua pucuk pimpinan di Kabupaten Sarmi tersebut.

 

 

Sekda Sami Viktor Pekpekay kepada Jubi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa dirinya dan juga akan dibantu oleh DPRD Kabupaten Sarmi akan memediasi pertemuan antara Manibor dan Suripno. “Dalam waktu dekat kami akan berkomunikasi dengan pak Bupati. Harapanya kedua pucuk pimpinan tersebut dapat kembali berkomunikasi sehingga masyarakat tidak terlantarkan,” kata Pekpekay.

Pekpekay menambahkan bahwa apa yang dilakukan pihaknya semata-mata untuk pembangunan Sarmi kedepannya. “Persoalan ini jangan sampai masyarakat Sarmi menjadi korban. Rohnya pemerintah adalah harmonisasi,” ujarnya.

Mesak Manibor saat menghubungi Jubi beberapa hari lalu mengatakan bahwa hingga kini wakilnya belum melakukan komunikasi terhadap dirinya. Kata Manibor, dirinya tidak mempunyai dendam terhadap wakilnya, malahan dirinya sedang menunggu agar wakilnya dapat melakukan komunikasi dengan dirinya.

“Saya sekarang sifatnya menunggu. Saya sangat berharap pak Suripno dapat melakukan komunikasi dengan saya. Karena secara hukum, saya ini masih sebagai bupati Sarmi yang sah,” katanya melalui telepon selularnya.

Loading...
;

Manibor pun menghimbau kepada masyarakat unttuk tidak terprovokasi dengan apa yang terjadi selama ini di Kaabupaten Sarmi. “Masyarakat jangan terprovokasi dengan keadaan ini. Saya meminta untuk masyarakat kembai kapada pekerjaan mereka seperti sedia kala dan kepada para PNS  untuk tetap bekerja sesuai dengan tupoksinya,” ujar Manibor.

Pekerjaan paling urgen adalah penyaluran Dana Desa di kabupaten tersebut. Menurut Pekpekay, hal ini menyusul sudah lengkapnya data kampung yang masuk dan telah diregistrasi dan pihaknya juga telah melakukan rapat kerja bersama seluruh badan musyawarah kampung (Bamuskam) yang ada disana guna pembahasan hal tersebut.

“Pekan depan sudah bisa disalurkan. Kami sudah pembekalan kepada lebih dari 300 aparat Bamuskam untuk memberikan arahan soal itu. Kalau Peraturan Gubernurnya sudah ada dan tinggal masuk rekening desa,” katanya.

Dikemukakan Pekpekay, dalam hal pengawasan dalam penyaluran dan penggunaan, hal itu juga sudah disampaikan pada aparat Bamuskam, bahwa akan ada tenaga pendamping yang mengawasi mereka di kampung (desa).

“Kami juga akan lakukan nota kesepahaman dengan mereka. Intinya ini kan uang Negara, jadi pemakaiannya harus disertai pertanggungjawaban yang baik. Total tiap kampong akan menerima dana senilai Rp.1 miliar,” paparnya.

Di singgung soal penyerapan anggaran di Kabupaten Sarmi, Sekda Victor mengakui dari total APBD disana senilai Rp. 1 triliun lebih, baru 55 persen dana yang terserap. “Yah kita akui kondisi di Sarmi memang sedang kurang baik. Itu juga salah satu penyebabnya. Harus akui juga bahwa dengan sisa waktu yang ada tak mungkin akan terserap seratus persen. Kita akan evaluasi programkan kembali tahun depan,” ujarnnya. (Roy Ratumakin)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top