Follow our news chanel

Previous
Next

Mesti ada komitmen politik menghadirkan Parpol lokal di Papua

papua, partai politik lokal papua, webinar
Ilustrasi Partai Papua Bersatu, salah satu Parpol lokal di Papua - Jubi. Dok

Papua No.1 News Portal

Makassar, Jubi – Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi atau Perludem, Titi Anggraini mengatakan mesti ada komitmen politik pemerintah menghadirkan partai politik (Parpol) lokal di Papua.

Ia mengatakan, masalah mendasar bukan pada instrumen hukum. Akan tetapi hambatan menghadirkan Parpol lokal di Papua adalah komitmen politik dan itikad baik.

“Mestinya periode kedua Pak Jokowi [sebagai Presiden], bisa menjadi legacy Pak Jokowi untuk Papua. Kalau mau dilihat secara holistik komitmen demokrasi Pak Jokowi untuk Indonesia,” kata Titi Anggraini.

Pernyataan itu dikemukakannya pada diskusi daring Papua Strategic Policy Forum #7 “Menimbang Pembentukan Partai Politik Lokal di Papua.”

Diskusi yang digelar Gugus Tugas Papua Universitas Gajah Mada (UGM) ini diselengarakan, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, semua pihak mesti mendorong hadirnya Parpol lokal sehingga betul-betul menjadi narasi membangun sistem kepartaian dan pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia. Yang pada akhirnya memperkuat sistem pemerintahan.

Katanya, Parpol lokal bisa menjadi jawaban sengkarut partai politik di Indonesia. Apalagi dibutuhkan biaya tak sedikit mendirikan Parpol. Ini menyebabkan lahirnya transaksi politik.

Loading...
;

“Di Indonesia sebenarnya beberapa Parpol [nasional] itu [konteksnya parpol] lokal. Misalnya PBB (Partai Bulan Bintang), kantong-kantong suaranya ada di Bangka Belitung dan beberapa daerah saja,” ujarnya.

Akan tetapi dengan sistem kepartaian yang berlaku, Parpol itu dipaksa menjadi peserta pemilu nasional. Akhirnya dengan persyaratan yang sangat berat, tak lolos ambang batas parlemen, suara jutaan yang diperoleh partai itu saat pemilu menguap begitu saja.

“Apakah kita akan melakukan seperti itu? Kalau basisnya partai lokal biarlah dia berkompetisi di lokal dulu,” ucapnya.

Dimulai dari DPRD kabupaten-kota, kalau memiliki 50 persen lebih kursi dapat berkompetisi di DPRD provinsi, kalau punya kursi lebih dari 50 persen dapat peserta Pemilu nasional.

“Jangan dipaksa bekerja tidak sesuai jangkauannya. Jangan takut akan terjadi disintegrasi bangsa dengan hadirnya Parpol lokal,” katanya.

Dalam diskusi yang sama, Pengajar Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP), Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Mada Sukmajati mengatakan kehadiran parpol lokal bisa menjadi solusi, dan tidak. Ada berbagai faktor yang mempengaruhinya.

“Misalnya faktor partai lokal itu sendiri. Apakah bisa berkontribusi terhadap refresentasi kelompok-kelompok di Papua atau tidak. Bisa juga tidak, kalau visi misi dan programnya copy paste. Atau misalnya tidak jelas tujuan dan kepengurusannya,” kata Mada Sukmajati.

Katanya, optimisme boleh akan tetapi kalkulasi juga mesti dilakukan. Fenomena transaksi politik parpol juga bisa mewarnai parpol lokal, kalau kelembagaannya tidak jelas. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top