Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Di Mimika ada 400 hasil tes cepat reaktif

Infografis perkembangan pandemi Covid-19 di Papua hingga 3 Mei 2020. – Satgas Covid-19 Papua
Di Mimika ada 400 hasil tes cepat reaktif 1 i Papua
Infografis perkembangan pandemi Covid-19 di Papua hingga 3 Mei 2020. – Satgas Covid-19 Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejak sepekan lalu, Tim Gugus Tugas Covid Mimika menjalankan tes cepat atau rapid test secara massal untuk menapis Pasien dalam Pengawasan dan Orang Tanpa Gejala atau orang yang telah terinfeksi virus korona namun tidak menunjukkan gejala sakit Covid-19. Dari upaya penapisan itu, ditemukan 400 orang dengan hasil tes cepat reaktif.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule SpOG di Jayapura, Minggu (3/5/2020). Sumule menyatakan Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika saat ini sedang berusaha mengambil spesimen swap atau cairan tenggorokan dari orang dengan hasil tes cepat reaktif. Spesimen itu nantinya akan dikirimkan ke Jayapura dan diuji dengan metode realtime PCR yang dapat menentukan apakah seseorang benar terinfeksi virus korona atau tidak.

Di Mimika ada 400 hasil tes cepat reaktif 2 i Papua

Akan tetapi, belum semua hasil tes cepat reaktif di Mimika itu bisa secepatnya dikonfirmasi dengan metode PCR. Menurut Sumule, Gugus Tugas Covid-19 Mimika sedang  memilah-milah siapa yang akan diambil spesimen swap dari 400 orang dengan hasil tes cepat reaktif itu.

“Ada yang yang namanya IgG dan IgG positif artinya dia sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit itu. Kedua, IgM itu menunjukan bahwa saat ini dia terinfeksi. Jadi teman-teman di Mimika saat ini masih sedang memilah-milah mana yang IgG-nya positif, maupun IgM-nya positif,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Papua, dr Aroon Rumainum menjelaskan pemilihan itu harus dilakukan karena keterbatasan jumlah alat pengambil swap orang dengan hasil tes cepat reaktif.

Pada Minggu, Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua di Jayapura memeriksa 16 spesimen, dan semua hasilnya negatif. Dengan hasil itu, tidak ada penambahan kasus baru positif korona di Papua. “Hari ini yang diperiksa hanya 16 sampel dan hasilnya semua negatif. Besok mungkin banyak. Kita lihat besok,” ujar Sumule.

Loading...
;

Menurutnya, pada Minggu ada satu pasien positif korona yang dinyatakan sembuh. Sumule mengatakan hasil itu semakin menegaskan bahwa penyakit Covid-19 dapat disembuhkan. “Asal, kita mematuhi protokol yang ditetapkan pemerintah. Jika ada keluhan, [segera] temui petugas kesehatan, agar bisa menemukan sedini mungkin kasusnya dan langsung memberikan terapi,” kata Sumule.

Sumule memberikan penghargaan tertinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa henti berjuang untuk menolong warga yang terinfeksi Korona dan dirawat di rumah sakit. “Masih ada pasien kita dalam perawatan. Dukungan masyarakat terus kami harapkan untuk tidak memberi stigma [terhadap pasien yang telah sembuh]. Bersama-sama kami memberikan penguatan satu dan lain, agar 173 pasien yang [masih] dirawat agar bisa sembuh,” katanya.

Sumule menambahkan hari ini juga tidak ada penambahan jumlah PDP maupun ODP di Papua. Jumlah saat ini sebanyak 310 orang PDP, dan jumlah ODP sebanyak 2275 orang. Dan jumlah pemeriksaan PCR hingga saat ini mencapai 1266 sampel swab.(*)

Keterangan: Berita ini mengalami penambahan informasi. Informasi yang ditambahkan melalui tiga paragraf tambahan adalah: Akan tetapi, belum semua hasil tes cepat reaktif di Mimika itu bisa secepatnya dikonfirmasi dengan metode PCR. Menurut Sumule, Gugus Tugas Covid-19 Mimika sedang  memilah-milah siapa yang akan diambil spesimen swap dari 400 orang dengan hasil tes cepat reaktif itu.

“Ada yang yang namanya IgG dan IgG positif artinya dia sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit itu. Kedua, IgM itu menunjukan bahwa saat ini dia terinfeksi. Jadi teman-teman di Mimika saat ini masih sedang memilah-milah mana yang IgG-nya positif, maupun IgM-nya positif,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Papua, dr Aroon Rumainum menjelaskan pemilihan itu harus dilakukan karena keterbatasan jumlah alat pengambil swap orang dengan hasil tes cepat reaktif.”

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top