HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Mimpi Australia untuk keluarga Pasifik Selatan

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, disambut di Vanuatu. – The Australian Strategic Policy Institute/Twitter/Scott Morrison

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Graeme Dobell

Salah satu bagian dari karisma seorang pemimpin adalah kemampuannya untuk merajut kata-kata menjadi ungkapan politik emas, mengabadikan suatu momen dan mendeklarasikan masa depan.

Coba ingat ‘new deal’ dari Franklin D. Roosevelt, ‘iron curtain’ oleh Winston Churchill, atau kata-kata Ben Chifley ‘light on the hill’.

Frasa emas berubah menjadi totem, ia menentukan seorang politisi, memberikan arah dalam kebijakan dan merombak pemerintah.

Perjalanan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, masih panjang untuk mendekati Franklin D. Roosevelt atau Churchill. Dulunya bekerja di bidang pemasaran dengan sikap yang sederhana belum berhasil membangkitkan Australia dengan kata-katanya.

Namun, dalam hal kebijakan luar negeri, PM Morrison telah memulai jabatannya dengan mengesankan, berulang kali ia berdiskusi mengenai Australia sebagai bagian dari keluarga Pasifik Selatan.

Loading...
;

Keluarga adalah slogan untuk kebijakan ‘step-up’ Australia dan yang memutar pivotnya ke Pasifik dan melengkapi kebijakan Selandia Baru di Pasifik, ‘reset’.

Keluarga menyediakan sebuah kisah mengenai masa lalu dan masa depan, yang mungkin dapat diterima oleh orang Australia dan orang-orang Papua Nugini, Kepulauan Pasifik, (dan Timor-Leste). Kata ini mengandung makna kepemilikan dan tanggung jawab — sebuah imajinasi yang menawarkan lebih banyak kesetaraan antar kedua belah pihak.

Keluarga adalah ekspresi dari tawaran baru Australia yang akbar untuk daerah Pasifik Selatan — integrasi bidang ekonomi dan keamanan. Sebagai sebuah ide, integrasi adalah kebijakan yang besar dan sulit untuk ditutupi dengan nuansa netral dan birokratis.

Canberra belum berhasil merajut cerita tentang integrasi tersebut yang menginspirasi atau menggiurkan. Tidak ada yang bisa melakukan kampanye besar-besaran untuk integrasi. Tapi, keluarga, konsep ini berbeda: aspek perasaan dan komitmen dapat ditambahkan di atas ambisi untuk mendorong kebijakan tertentu.

PM Morrison telah memulai tahun ini dengan membuktikan kata-katanya, ia mengunjungi Vanuatu dan Fiji. Yang mengejutkan, ini adalah kunjungan bilateral pertama oleh seorang perdana menteri Australia ke kedua negara itu. Pemimpin-pemimpin Australia umumnya mengunjungi kerabat regional mereka di Pasifik satu kali setahun — itupun jika mereka pergi sama sekali — untuk pertemuan puncak multi lateral Forum Kepulauan Pasifik (PIF).

Pasifik Selatan adalah satu-satunya wilayah di mana menteri-menteri luar negeri Australia masih memiliki pengaruh signifikan. Mengingat semakin meningkatnya sikap otoritatif dari kebijakan luar negeri Australia, Morrison harus menunjukkan bahwa Pasifik Selatan adalah keluarga dari negara itu.

Dalam perjalanan pertama kunjungannya ini, di Vanuatu, Morrison menekankan jika Australia akan ‘step up’, dalam arti meningkatkan keterlibatannya, maka hal ini harus benar-benar terlihat: ‘Ketika seorang anggota keluarga atau teman mengundang Anda untuk mengunjungi rumah mereka, orang Australia pasti akan berkata: ”Ya, tentu saja kami akan datang,” dan siapa yang mau menolak undangan untuk mengunjungi Vanuatu?’

Namun ujian yang sesungguhnya adalah Suva. Sejak kudeta tahun 2006, hubungan antara Fiji-Australia telah dipenuhi oleh perselisihan dan saling memblokir secara diplomatik – perselisihan yang paling parah dalam suatu keluarga.

Mengumumkan masa depan yang baru dan terbuka, Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama, menyambut baik konsep keluarga ini: “Saya dengan penuh rasa bangga mengumumkan bahwa Perdana Menteri Morrison dan saya telah memulai Kemitraan Vuvale Fiji-Australia yang baru, dengan tujuan untuk mempererat hubungan antar-kedua negara, agar kita dapat memanfaatkan peluang-peluang yang baru dan bekerja sama untuk mengatasi tantangan-tantangan bersama. Dalam bahasa asli i-Taukei, Vuvale berarti keluarga.”

Vuvale. Hadiah yang sangat politis!

Morrison langsung menjadikan ini sebagai inti dari pidato utamanya: “Kita adalah vuvale, dan prinsip vuvale ini adalah sesuatu kita percayai dengan sangat mendalam. Ini adalah suatu hubungan yang berbeda… Berbicara mengenai vuvale itu melampaui diplomasi, hal ini berbicara tentang sesuatu yang lebih dalam dan sesuatu yang berharga, sesuatu yang sangat lokal, sesuatu yang menghubungkan orang lebih daripada kata-kata atau dokumen apa pun.”

Dalam berdiplomasi, siapa yang memiliki ide-ide yang bagus biasanya beragam. Dalam diskusi tahun lalu untuk mempersiapkan kunjungan ke Fiji, vuvale /keluarga menjadi temanya. Siapa pun yang menawarkannya konsep ini terlebih dulu, Morrison telah menyambut dan menjadikannya pusat dari kerja sama antar-kedua negara itu.

Sekarang, kita masuk ke bagian yang lebih sulit. Mewujudkan konsep keluarga ke dalam kebijakan integrasi Australia dengan Pasifik Selatan.

Posisi Australia yang dinyatakan secara publik, dan tercantum dalam dokumen kebijakan luar negeri 2017, adalah untuk ‘membantu mengintegrasikan negara-negara Pasifik ke dalam ekonomi dan institusi bagian keamanan Australia dan Selandia Baru yang sangat penting, bagi stabilitas jangka panjang dan prospek ekonomi kawasan Pasifik’.

Kebijakan integrasi adalah ideal yang baru: bukan hanya tetangga, tetapi tergabung menjadi keluarga. Ini adalah tugas yang rumit untuk Australia dan Selandia Baru, dan sebuah tawaran penting yang akan diemban secara perlahan-lahan oleh Pasifik Selatan. Integrasi seperti ini harus dipupuk dan berkembang selama beberapa dekade.

Seorang pakar, setelah 20 tahun tinggal dan bekerja di Kepulauan Pasifik, di Vanuatu umumnya, Dr. Tess Newton Cain menawarkan pandangan yang sederhana, namun akurat, tentang sejarah Australia yang sering salah ambil langkah, dan akhirnya menyia-nyiakan peluang untuk memulai dan mengembangkan hubungan yang penting.

Pendekatan Australia, menurut Newton Cain, mengutamakan isu ‘keamanan, keamanan, keamanan’. Nada yang digunakan adalah nada penuh ancaman, risiko, dan stabilitas. Sebagaimana dicatatnya, Australia harus menghadapi pandangan Pasifik bahwa perubahan iklim adalah ancaman yang paling berbahaya.

Newton Cain juga mempertanyakan apakah integrasi adalah ‘cara yang paling jelas dan dapat diterima untuk memajukan hubungan Australia dengan negara-negara kepulauan Pasifik’.

Saya jauh lebih positif daripada Tess mengenai integrasi sebagai bagian dari proses panjang dalam membangun komunitas ekonomi, politik dan keamanan. Tapi satu hal yang sangat saya setujui dari Tess adalah, agar Australia dan Pasifik Selatan bisa berhasil, Australia harus lebih banyak mendengarkan dan belajar. (The Strategist — The Australian Strategic Policy Institute Blog)

 

Baca juga  Seorang napi Lapas Merauke tewas di tangan rekan sekamarnya

Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa