Minim Makanan Lokal di Festival Humbold

Salah satu penari tradisonal yang mengikuti Festival Teluk Humbold - Jubi/Sindung
Salah satu penari tradisonal yang mengikuti Festival Teluk Humbold – Jubi/Sindung

Jayapura, Jubi – Hari kedua Festival Humboldt di Pantai Hamadi, Teluk Youtefa sejak pukul 11.00  WIT, tak hanya sepi dari pengunjung, tapi juga penjual makanan lokal khas Papua. Tidak begitu terlihat mama-mama penjual makanan khas, termasuk di stan-stan menjelang masuk.

Mama Rumkabu, penjual keladi tumbuk mengatakan, penjual makanan lokal saat ini sangat sedikit dan bisa di hitung dengan jari. Padahal kegiatan tersebut sangat cocok bagi mama-mama Papua mempromosikan makanan khas Papua kepada pengunjung yang datang.

Ia menjual keladi tumbuk yang bisa dibeli satu porsi dan paket, serta dipesan untuk diambil besok. Harga satu porsi berbeda, mulai Rp25 ribu hingga Rp150 ribu satu porsi. Sedangkan satu paket Rp500 ribu.

“Berkurangnya penjual makanan lokal bisa karena mahalnya harga bahan seperti keladi, sagu, ikan, dan bumbu,” katanya kepada Jubi di Entrop, Papua, Kamis (4/8/2016).

Menurutnya, kegiatan festival dari sehari sebelumnya sepi pengunjung. Itu alasan ia tidak memasak semua bahannya. Jalan keluarnya, ia menawarkan terlebih dulu kepada pengunjung baru dimasak.

Penjual lain, mama Novi mengaku mesti membayar mahal meja tempat berjualan. Selain itu petugas juga melarang mereka berjualan di pinggir jalan masuk areal festival.

“Uang sewa meja Rp600 ribu untuk 3-7 Agustus 2016, ini mahal sekali, macam kita ini pendatang yang disuruh membayar,” katanya.

Loading...
;

Ia menceritakan, ada mama Mee yang ingin berjualan namun noken buatannya dilarang panitia. Ia menyayangkan hal itu karena mama-mama ingin menjual hasil produk kerajinan lokal, namun dibatasi.

Dari pantauan Jubi stan yang menjual makanan lokal khas Papua hanya 6 meja. Selain itu kerajinan tangan khas Papua dan lainnya. Selebihnya stan diisi produk impor, termasuk produk makan lokal khas PNG, sosis bakar dan daging domba bakar. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top