Follow our news chanel

Minim personel, anggaran hingga isu antikristus, alasan lambannya perekaman E-KTP

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Yahukimo, Jubi – Proses perekaman data E-KTP di berbagai daerah, kerap dikeluhkan masyarakat. Tak terkecuali di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Ducapil) Yahukimo pada Jumat (8/6/2018).

Salah satu warga yang datang hendak melakukan rekam data adalah Ananias Nipsan. Ia mengaku sudah seminggu belakangan datang ke Dukcapil namun tak pernah berhasil melakukan perekaman. Penyebabnya tak lain karena petugas tak menyediakan nomor antrean  yang menyebabkan proses rekam data menjadi rancu.

"Saya datang kesini mau rekam E-KTP tetapi dari tanggal 1 Juni sampai 8 Juni 2018 ini saya belum dapat rekam, saya melihat pelayanan belum teratur sehingga kami masyarakat mau buat bagaimana? Saya datang pagi sampai siang pulang makan kembali datang jam 13.00 sampai malam jam 22.00 itupun kami tidak dapat KTP, Sudah lima hari ini. Saya harap hari ini bisa dapat rekam KTP. Saran saya pake nomor antrean supaya bisa tahu dan tidak tunggu terlalu lama dan tidak menghalangi dengan aktivitas lainnya,” kata Nipsan kepada Jubi, pekan lalu.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ducapil Yahukimo, Eliur Kisamlu mengakui bahwa ada beberapa kendala yang membuat pelayanan rekam data E-KTP kurang maksimal.

Salah satunya adalah minimnya anggaran yang dimiliki Dukcapil. Selain itu keterbatasan personel juga menjadi kendala lain yang menghambat proses rekam data.

"Kami saat ini mengalami kendala untuk anggaran. Disisi lain proses E-KTP juga membutuhkan tambahan pegawai honorer untuk memaksimalkan pelayanan. Kami bahkan lembur dari pukul 8.00 WP hingga pukul 23.55 karena kekurangan tenaga," kata Kisamlu.

Loading...
;

Menurut Kisamlu, saat ini, pegawai di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berjumlah 34 orang dengan status Pegawai Negeri dan 10 orang honorer. Jumlah tersebut dirasa masih kurang untuk melayani seluruh proses admisitrasi kependudukan.

Meski begitu, Kisamlu mengaku ada peningkatan yang cukup signifikan dari perekaman data E-KTP ini. Catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Yahukimo menyebut, sejak tahun 2016-2017 mulai ada peningkatan. Dari awalnya hanya lima orang perhari, naik menjadi puluhan orang dalam sehari. Angka tersebut terus naik di tahun 2018 dimana Ducapil mampu melayani perekaman data hingga 100 orang perhari.

“Dalam perekaman E-KTP Tahun 2018 ini terjadi peningkatan luar biasa karena mereka sendiri yang datang ke kantor ducapil untuk rekam. Sebelumnya tahun 2013-2015 itu ada isu yang berkembang di masyarakat bahwa E-KTP merupakan angka anti kristus yang membuat perekaman dalam sehari hanya satu sampai lima orang, tapi saat ini sudah banyak yang sadar pentingnya data kependudukan," katanya.(*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top