Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Miriori ingatkan PNG tidak menyimpang dari suara Bougainville

Martin Miriori telah memperingatkan Pemerintah PNG untuk tidak menyimpang dari hasil referendum. – Pacnews

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Arawa, Jubi – Mantan pemimpin pejuang dan juru bicara internasional Bougainville, Martin Miriori, telah memperingatkan Papua Nugini untuk tidak ikut campur dan menyimpang dari hasil referendum, yang sudah jelas menunjukkan bahwa rakyat Bougainville mendukung merdeka.

Orang-orang Bougainville telah memilih, dengan suara mayoritas 98 %, untuk memutuskan hubungan politiknya dengan PNG.

Miriori berkata hasil yang mengesankan itu, yang diamati dan dipantau dengan ketat oleh perwakilan dari komunitas dan pengamat internasional, termasuk media internasional, sudah sejelas mungkin, dan merupakan rekor dunia.

“Sekali lagi, sangat penting untuk mengingatkan Perdana Menteri James Marape bahwa orang-orang Bougainville tidak pernah memilih apa yang disebut opsi ‘kemerdekaan ekonomi’, yang bahkan tidak ada dalam kertas suara.”

“Bagi Perdana Menteri, dalam pidatonya di Arawa Jumat lalu, untuk menyarankan opsi ini, ini bukan hanya omong kosong dan tidak masuk akal, tetapi merupakan pukulan yang besar bagi orang-orang Bougainville yang dengan jelas memilih untuk merdeka.”

“Perjanjiannya menekankan hanya ada dua pilihan – otonomi yang lebih besar atau merdeka. Surat suara itu tidak pernah menyebutkan opsi ketiga. Jadi mengapa membahas tentang opsi ketiga? Ini benar-benar tidak masuk akal,” tegas Miriori.

Loading...
;

Dia menekankan bahwa orang-orang Bougainville menginginkan ‘kebebasan politik sepenuhnya’ dan bukan kebebasan ekonomi.

“Tidak ada namanya kemerdekaan yang setengah jalan atau sebagian, sejauh yang diketahui orang-orang Bougainville.”

“PNG tidak bisa begitu saja menggunakan pasal yang tidak mengikat hasil referendum secara hukum, sebagai alasan untuk mengabaikan keinginan orang-orang kita, yang diungkapkan melalui kotak suara, dan pergi begitu saja. Ini sama sekali tidak jujur dengan orang-orang kita dan bisa jadi sangat berbahaya,” Miriori memperingatkan.

Selanjutnya, ia juga mengingatkan bahwa PNG juga tidak bisa dengan sengaja menyesatkan dan menipu masyarakat internasional, karena dunia mengawasi dengan cermat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Miriori mengimbau Port Moresby dan pemimpin-pemimpin PNG bahwa referendum dilakukan sesuai dengan standar internasional, dan, oleh karena itu, ada risiko PNG akan menodai reputasi dan kredibilitasnya sendiri di tingkat internasional jika mereka tidak menghormati kehendak rakyat Bougainville.

“Solusi sama menang yang disebutkan Perdana Menteri dalam pidatonya di Arawa hanya akan terwujud ketika Bougainville mencapai kebebasan politiknya penuh, yang tentunya berarti kemerdekaan,” tegas Miriori. (Pacnews)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top