Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Misi menggali kearifan Suku Marori

Agustinus Mahuze menunjukkan Buku Etnobotani yang mendokumentasikan kearifan lokal Suku Marori – Jubi/Frans L Kobun
Misi menggali kearifan Suku Marori 1 i Papua
Agustinus Mahuze menunjukkan Buku Etnobotani yang mendokumentasikan kearifan lokal Suku Marori – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

KEARIFAN lokal komunitas adat Suku Marori dalam mengelola lingkungan didokumentasikan menjadi sebuah buku setebal 210 halaman. Isinya disarikan dari hasil penelitian yang dipimpin I Wayan Arka pada 2016-2018.

Wayan Arka ialah warga Bali yang menjadi dosen di Australia sejak 2011. Dia mendapat dana hibah penelitian untuk mengidentifikasikan keanekaragaman jenis tumbuhan di Kampung Wasur di Kawasan Taman Nasional Wasur, Merauke.

Misi menggali kearifan Suku Marori 2 i Papua

Buku berjudul Etnobotani ini juga menyibak hubungan masyarakat setempat dalam mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam tersebut. Wayan Arka melibatkan sejumlah akademisi dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu untuk memperkuat hasil penelitian.

Ada Profesor Eko Waluyo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ngurah Suryawan dari Universitas Papua, dan Mikhael Simbika dari Universitas Cenderawasih. Adapula Norce Mote dari Universitas Negeri Musamus, dan La Isha dari Balai Taman Nasional Wasur.

Wayan Arka juga merekrut Agustinus Mahuze sebagai asisten peneliti. Dia bertugas membantu peneliti utama dalam pengambilan data dan kepenulisan.

“Buku ini lebih banyak mengulas pengetahuan lokal masyarakat Suku Marori yang berhubungan dengan tumbuh-tumbuhan di Kampung Wasur. Mereka telah kehilangan biodiveritas (keanekaragaman hayati) akibat kondisi lingkungan yang mulai rusak,” jelas Mahuze kepada Jubi, Sabtu (9/3/2019).

Loading...
;

Menurut Mahuze generasi muda Marori banyak yang sudah tidak memahami konsep pengelolaan tata ruang berdasarkan kearifan lokal setempat.

“Jadi, itu yang digali secara khusus.”

Buku yang dikerjakan selama kurang lebih dua tahun ini memotret keseharian hidup komunitas adat dari Subsuku Marind, tersebut sebagai fokus utama. Baru kemudian beranjak ke identifikasi dan pemanfaatan beragam jenis tumbuhan lokal di sekitar mereka.

“Kami meminta masyarakat menceritakannya dalam Bahasa Marori. Ini sekaligus untuk merevitalisasi bahasa mereka yang sudah hilang (terancam punah),” kata Mahuze.

Menurutnya orang-orang Marori di Kampung Wasur memiliki kesamaan budaya dalam marga maupun totem dengan Suku Marind lainnya. Hanya saja bahasa keseharian mereka berbeda dengan Marind Pantai, Imbuti, maupun Kanum.

Tanggung jawab bersama

Tim peneliti mengidentifikasi sebanyak 21 jenis tumbuhan di Kampung Wasur. Tumbuhan tersebut, di antaranya berupa umbi-umbian dan sayur sebagai sumber pangan, penyedap rasa, dan perlengkapan pesta serta ritual adat.

“Kami mengidentifikasi tumbuhan dengan spesifik. Semua itu terkait pengetahuan lokal,” ujar Mahuze.

Mahuze mengaku pengumpulan data sangat menyita waktu penelitian. Dia dan peneliti dari Taman Nasional Wasur harus masuk dan keluar hutan bersama warga untuk mendokumentasikan jenis dan manfaat tumbuhan.

“Pengidentifikasian jenis dan kegunaan setiap tumbuhan memakan waktu paling lama (dalam penelitian).”

Misi utama penelitian yang kemudian dibukukan ini ialah demi keberlangsungan keanekaragaman hayati dan kearifan lokal di Kampung Wasur. Menurut Mahuze masih banyak keragaman hayati yang belum teridentifikasi di sana.

“Apa yang telah ditanam (dirintis) Pak  Wayan Arka, kini menjadi tanggung jawab bersama. Namun, semua itu juga tidak terlepas dari niat baik (komitmen) Pemerintah Kabupaten Merauke,” kata Mahuze.

Dia berharap pengetahuan lokal yang disarikan dalam buku tersebut dapat menjadi materi pelajaran di sekolah.

“Kalau dapat SD (sekolah dasar) inpres di Kampung Wasur menjadi sekolah berciri khas Suku Marori.” (*)

Editor: Aries Munandar

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top