Miskomunikasi diduga penyebab polemik Plh Gubernur Papua

Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda (kiri). - Jubi/Arjuna

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda menduga miskomunikasi atau tidak adanya komunikasi yang baik antarpihak menyebabkan munculnya polemik penunjukan Pelaksana harian (Plh) Gubernur Papua, oleh Kementerian Dalam Negeri beberapa hari lalu.

Wonda mengatakan, sejumlah pihak di Papua termasuk masyarakat memahami aturan penunjukan seseorang menjadi Plh.
Tidak hanya terhadap Sekda Papua, Dance Yulian Flassy yang ditunjuk sebagai Plh Gubernur Papua, tugas serupa juga dapat dimandatkan kepada Asisten I, Asisten II, Asisten III atau siapa pun di lingkungan Pemprov Papua.

“Hanya saja, dinamika yang menjadi polemik kini muncul, akibat miskomunikasi yang tidak berjalan baik antara sekda dengan jajarannya, atau sebaliknya dan sekda dengan gubernur. Kami lihat ada komunikasi yang terputus di sini,” kata Yunus Wonda melalui panggilan teleponnya, Minggu (27/6/2021).

Menurutnya, karena miskomunikasi itulah sehingga berbagai pihak beranggapan proses penunjukan Plh Gubernur Papua terkesan dilakukan secara tertutup.

Para pejabat di lingkungan Pemprov Papua semisal Asisten I, Asisten II, Asisten III, Kepala Bappeda, Inspektorat dan pihak lain bahkan termasuk Gubernur Papua, Lukas Enembe tidak mengetahuinya.

“Pak Gubernur yang punya otoritas pun tidak tahu. Siapa pun dia, pasti akan terkejut kalau merasa dilangkahi dan itu dirasakan Pak Gubernur. Kalau komunikasi dibangun dengan baik, tidak akan terjadi seperti hari ini,” ujarnya.

Akan tetapi politikus Partai Demokrat Papua mengatakan, Gubernur Papua telah menyelesaikan semua salah paham itu. Namun, situasi ini mesti menjadi pembelajaran semua pihak agar ke depan polemik serupa tidak terjadi lagi.

Loading...
;

“Apalagi, ini kita menjalankan pemerintahan. Yang mana pemerintahan melindungi semua kehidupan masyarakat di satu wilayah sehingga mesti ada komunikasi yang aktif,” ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Dance Yulian Flassy, sebagai pelaksana harian (Plh) Gubernur Papua melalui radiogram.

Penunjukan Sekda sebagai Plh, dikarenakan saat ini Gubernur Lukas Enembe sementara menjalani perawatan medis di Singapura karena sakit, dan Wakil Gubernur Klemen Tinal berhalangan tetap pada 21 Mei 2021.

“Jadi memang ada beberapa pekerjaan dan dokumen negara yang harus ditandatangani segera, sehingga penunjukan Plh Gubernur harus dilakukan agar penyerapan anggaran bisa terlaksana dengan baik di Pemerintah Provinsi Papua,” kata Sekda Dance Y Flassy, di Jayapura, Kamis (24/6/2021). (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top