Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mode Pasifik di panggung global sebagai ekspresi politik

Model Mitchell Webb-Leifi di belakang panggung saat London Pacific Fashion Week LPFW 2019.
Mode Pasifik di panggung global sebagai ekspresi politik 1 i Papua
Model Mitchell Webb-Leifi di belakang panggung saat London Pacific Fashion Week LPFW 2019.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Ceridwen Spark

Saat itu musim gugur, September lalu, di London, saya sedang duduk di lantai di luar lift, di kantor Komisi Tinggi Selandia Baru di Haymarket. Bersama saya, duduk tiga perancang mode asal CHamoru (CHamoru adalah sebutan untuk orang pribumi Guam) dan seorang artis tata rias. Kami berbincang-bincang mengenai keterlibatan mereka dalam ajang mode jenjang internasional Pasifik, London Pacific Fashion Week (LPFW), terutama terkait penelitian saya tentang fesyen Pasifik.

Tidak jauh di samping kami, di lantai ‘Penthouse’ di Komisi Tinggi Selandia Baru yang dipenuhi oleh musik yang bergetar keras, model yang energik, perancang-perancang mode, fotografer fesyen, dan staf-staf diplomatik. Kita semua berada di sini untuk menghadiri media launch LPFW dan ‘bula bar’ juga sangat ramai.

Mode Pasifik di panggung global sebagai ekspresi politik 2 i Papua

Genap sudah mencapai tahun yang kesembilan tahun ini, LPFW diatur oleh seorang warga London kelahiran Fiji, Ana Lavekau. Salah satu desainer yang saya temui menyebut Lavekau yang giat sebagai seseorang yang tidak kenal lelah, dan deskripsi ini sangat pantas untuknya. Setelah bertugas di Angkatan Bersenjata Inggris, Lavekau awalnya memulai ajang mode ini dalam rangka menggalang dana untuk amal pada tahun 2012. Sejak saat itu, kegiatan ini telah berkembang pesat, mendatangkan perancang-perancang mode, baik yang baru maupun senior, dari berbagai lokasi, termasuk Kepulauan Cook, Papua Nugini, Samoa Amerika, Tahiti, dan untuk pertama kali tahun ini, Guam.

Jessica, Roldy, Roquin dan Clay adalah desainer CHamoru pertama di London Pacific Fashion Week. Bersama-sama mereka memulai Guma’ Ge’la (atau House of Difference), yang dijabarkan dalam laman platform crowdfunding GoFundMe, sebagai upaya bersama-sama dan inklusif dengan misi untuk mengembangkan dan menginovasikan budaya CHamoru melalui ekspresi artistik lintas disiplin.

Saat keempatnya menceritakan perjalanan mereka hingga bisa berada di sini, tersirat jelas dari suara bahwa perjalanan mereka hingga sampai di London, lebih dari demi sekadar fesyen. Roldy Aguero Ablao, salah satu perancang busana CHamoru, menjelaskan:

‘Sebagai seniman, kita bertanya-tanya bagaimana kita bisa menceritakan kisah kita sendiri? Seperti apakah CHamoru hari ini? Itulah yang telah kita semua telah pelajari bersama-sama. Kita melawan konsep ’autentisitas‘ ini, seperti, apakah itu CHamoru, apakah sesuatu itu terlihat unik dengan CHamoru? Tapi kemudian kita bertanya, apa itu CHamoru?’

Loading...
;

Pertanyaan Roldy ini persis dengan makna partisipasi dalam dunia mode bagi orang-orang Kepulauan Pasifik yang telah saya wawancarai selama dua belas bulan terakhir, dimana semuanya menekankan tema identitas dan kepemilikan budaya. Bersama-sama, selama beberapa hari setelah itu, kita semua bersama-sama menikmati dan menghargai hasil anyaman dan tenunan, kerang, pola dan warna Pasifik yang begitu jelas terlihat dari desain yang telah mereka hasilkan dengan keras keras.

Tampak jelas juga bahwa berkarya berdasarkan tradisi dan membangkitkan kembali tradisi itu penting, bukan hanya untuk para desainer, tetapi juga untuk keluarga dan komunitas Pasifik mereka. Seperti yang diungkapkan oleh Mitchell Webb-Leifi, seorang model campuran Samoa, Pribumi Australia dan Prancis, ayahnya membesarkan dia agar dia tetap memiliki hubungan yang erat dengan budaya Samoa-nya, dan baginya sangat penting untuk selalu memiliki budaya itu. Begitu pula dengan Tasha, yang bertumbuh besar di Kepulauan Cook dan sekarang tinggal di London. Ia bekerja dengan anak-anak perempuan dan teman-temannya untuk menciptakan koleksi sekali pakai yang disebut U’anga, yang berarti keturunan atau descendant. Dia menggambarkan perusahaan yang dimiliki bersama itu sebagai perusahaan yang dimulai untuk meneruskan budaya dan kearifan kita.

Seraya menekankan hubungan hasil karya dengan daerah asal, keluarga, dan budaya Pasifik mereka, kelompok desainer itu juga mengkolaborasikan budaya tradisional dan aspek kontemporer dalam desain mereka. Mereka bercerita tentang langkah-langkah baru yang mereka ambil, untuk menunjukkan hal-hal yang baru dan modern dalam mendesain pakaian dan perhiasan hybrid yang dirancang khusus untuk pasar global.

Seperti di kawasan Pasifik sendiri, di mana mereka telah banyak berinvestasi dalam mendukung berbagai acara peragaan busana lokal, pemerintah Australia dan Selandia Baru mendukung LPFW secara finansial, sebagai bagian dari investasi mereka bagi perusahaan-perusahaan kreatif. Di London, Komisi Tinggi Australia dan Selandia Baru bergiliran menjadi tuan rumah LPFW dari tahun ke tahun, dan menyediakan bantuan dana untuk biaya sewa tempat pertunjukan utama. Lavekau menggambarkan kedua kantor komisi tinggi itu sebagai pilar dari kegiatan ini.

Lebih banyak orang yang terbiasa dengan konsep penggunaan dana bantuan pembangunan untuk pembuatan jalan dan membangun rumah sakit, juga untuk mengalihkan alokasi bantuan ini, seperti untuk program-program yang dirancang untuk mengatasi kesetaraan gender. Beberapa pihak mungkin masih mempertanyakan penggunaan dana bantuan asing untuk mendukung industri kreatif, apalagi ajang fesyen.

Namun, maraknya kegiatan peragaan busana di wilayah Pasifik, dan di jenjang internasional, menunjukkan bahwa busana dan desain adalah salah satu bidang baru yang akan terus berkembang di Pasifik. Dari perbincangan yang saya simak selama LPFW menunjukkan, bahwa dunia seni yang seolah-olah dangkal ini sama sekali tidak dangkal bagi orang-orang Kepulauan Pasifik, dan semakin banyak orang-orang Kepulauan Pasifik yang memasuki dunia ini setiap tahun. Lebih dari itu, pentas peraga dan dunia mode, dan dunia desain secara umum, menyediakan ruang yang baru dalam menyalurkan pernyataan politik dan inklusif tentang artinya menjadi seseorang dari Kepulauan Pasifik di era ini. (Development Policy Centre)

Ceridwen Spark adalah dosen ilmu sosial di RMIT University di Melbourne. Ia sering kali melakukan penelitian tentang gender dan perubahan sosial di Pasifik.

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top