Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Morales umumkan kepesertaan partainya dalam Pemilu Bolivia

llustrasi, Pixabay.com
Morales umumkan kepesertaan partainya dalam Pemilu Bolivia 1 i Papua
llustrasi, Pixabay.com

Partai yang ia bawa itu akan berperan keikutsertaan ulang atas pemungutan suara Oktober yang disengketakan dan merupakan yang pertama dalam dua dekade tanpa keterlibatannya.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buenos Aires, Jubi – Mantan pemimpin Bolivia, Evo Morales, mengumumkan pencalonan untuk partai sosialisnya dalam pemilu Bolivia 3 Mei 2020 mendatang. Partai yang ia bawa itu akan berperan keikutsertaan ulang atas pemungutan suara Oktober yang disengketakan dan merupakan yang pertama dalam dua dekade tanpa keterlibatannya.

Berbicara dalam konferensi pers di Buenos Aires, Argentina pada Minggu, (19/12/2020), Morales menyebut mantan menteri ekonominya Luis Arce Catacora sebagai calon presiden Gerakan bagi Sosialisme (MAS), dengan mantan menteri luar negeri David Choquehuanca sebagai pasangannya.

Baca juga : Evo Morales gelar rapat di perbatasan Argentina

Evo Morales, mantan presiden Bolivia-pembela petani koka terima suaka di Meksiko

PBB puji catatan HAM Bolivia dan Evo Morales

Loading...
;

Morales mengumunkan tiket pencalonan itu setelah bertemu pada akhir pekan dengan pejabat senior partai MAS yang berkunjung ke ibu kota Argentina tempat Morales tinggal setelah menerima tawaran suaka. Dia dihalangi maju dalam pencalonan presiden lagi.

Selain disebut sebagai calon pendamping capres, Choquehuanca, seorang Indian Aymara, juga berperan sebagai calon presiden MAS.

Seorang pejabat partai mengatakan saat itu bahwa pencalonan itu–termasuk murid Morales dan petani pohon coca Andronico Rodriguez sebagai calon presiden partai–merupakan hasil konsensus partai.

Tapi kemudian pada Jumat Morales mencuit bahwa pasangan itu hanya “pracalon” bersamaan dengan dua dari sekutu-sekutu dekatnya: Catacora mantan menlu lain, Diego Pary Rodriguez.

Morales seorang  presiden pribumi pertama Bolivia, mundur pada 10 November setelah kemenangan Pemilu yang disengketakan pada Oktober menuai protes dan sebuah audit Organisasi Negara-negara Amerika menemukan kejanggalan serius dalam penghitungan surat suara.

Setelah awalnya pergi ke Meksiko, dia tiba di Argentina pada Desember, Dia tetap vokal terhadap politik Bolivia dan mempertahankan partisipasi partainya dalam pemilu mendatang. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top